Kemlu Bergerak Selamatkan 4 ABK WNI di Kapal Tanker yang Dibajak di Somalia

Kemlu Bergerak Selamatkan 4 ABK WNI di Kapal Tanker yang Dibajak di Somalia
Peta perairan Somalia, tempat kapal tanker MT Honour 25 dibajak perompak. (istock)

INDONESIAONLINE – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memaparkan langkah penanganan terhadap empat warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di MT Honour 25, kapal tanker yang dibajak perompak di perairan Somalia. Saat ini, pemerintah masih menjalin koordinasi dengan berbagai pihak terkait di Somalia.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu Heni Hamidah mengatakan, KBRI Nairobi terus melakukan komunikasi intensif menyusul insiden pembajakan yang terjadi di sekitar perairan Hafun, Somalia, pada 22 April lalu itu. “Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait di Somalia,” ujar Heni  di kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2024).

Heni menjelaskan kapal tersebut membawa kru dari sejumlah negara. Selain empat ABK asal Indonesia, terdapat pula 10 kru dari Pakistan serta masing-masing satu kru dari India dan Myanmar.

Empat WNI yang berada di kapal itu yakni Ashari Samadikun asal Kabupaten Gowa yang menjabat kapten kapal, Adi Faizal asal Bulukumba sebagai second officer, Wahudinanto asal Pemalang selaku chief officer, dan Fiki Mutakin asal Bogor.

Menurut Heni, penyelamatan saat ini melibatkan otoritas pemerintah setempat, tokoh masyarakat, hingga pihak pelaku usaha yang memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut.

Ia menambahkan, laporan terbaru dari KBRI Nairobi menyebutkan seluruh WNI di kapal tersebut masih dalam keadaan sehat. “Sejauh ini para ABK WNI yang berada di kapal tersebut dalam kondisi baik,” katanya.

Kemlu juga mengingatkan para WNI yang bekerja sebagai ABK di luar negeri agar selalu melalui jalur resmi dan prosedur yang sah demi menjaga keamanan serta perlindungan saat bekerja. (rds/hel)