KMP Mutiara Sentosa 2 Masih Panas dan Miring, Polda Jatim Dalami Penyebab Kebakaran

Kondisi KMP Mutiara Sentosa 2 saat terbakar di perairan utara Sumenep, Madura. (reuters)

INDONESIAONLINE – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur masih menyelidiki penyebab kebakaran yang melanda Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep. Hingga kini, polisi belum dapat memastikan sumber awal munculnya api karena proses investigasi masih berlangsung.

KMP Mutiara Sentosa 2 milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) yang melayani rute Surabaya–Makassar terbakar pada Minggu (2/8/2026) pagi saat berlayar di perairan utara Sumenep, Jawa Timur. Berdasarkan laporan Kantor SAR Surabaya, kapal tersebut diduga mengangkut sekitar 250 penumpang beserta kru.

Sampai Senin (3/8/2026), sebanyak 229 orang berhasil diselamatkan, sementara lima orang ditemukan meninggal dunia. Tim gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.

Sempat beredar informasi bahwa kebakaran dipicu korsleting listrik di salah satu truk pengangkut plastik yang berada di dalam kapal. Namun, Direktur Polairud Polda Jatim Kombes Pol Arman Asmara menegaskan informasi tersebut belum dapat dipastikan.

“Penyebab kebakaran baru bisa disimpulkan setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium terhadap kapal. Saat ini proses tersebut belum dapat dilakukan karena kapal masih berada di lokasi kejadian dan belum dievakuasi,” ujar Arman.

Ia menjelaskan, kondisi kapal masih menyimpan panas dengan tingkat kerusakan yang sangat parah. Bagian badan kapal mengalami kerusakan berat, sejumlah komponen meleleh, terutama ruang mesin yang hangus terbakar, sehingga petugas harus berhati-hati saat melakukan penyelidikan. Selain masih panas, posisi kapal juga miring ke sisi kanan sehingga menyulitkan petugas untuk mendekat dan melakukan pemeriksaan secara langsung.

Di sisi lain, Ditpolairud Polda Jatim juga masih memastikan jumlah pasti penumpang dan kru yang berada di atas kapal. Arman mengakui data yang beredar masih berbeda-beda. Sementara manifes penumpang menjadi kewenangan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak.

Ia menyebut terdapat perbedaan jumlah dalam data awal, yakni ada yang mencatat 271 orang dan ada pula yang menyebut 283 orang. Karena itu, kepastian manifes menjadi hal yang sangat penting.

Menurut Arman, manifes merupakan dokumen resmi yang memuat identitas seluruh penumpang dan kru. Dokumen tersebut berfungsi sebagai dasar keselamatan pelayaran, proses klaim asuransi apabila terjadi kecelakaan, serta menjadi acuan pengawasan oleh pihak berwenang.

Polda Jatim telah meminta pihak syahbandar segera memastikan keabsahan data manifes sekaligus menelusuri kemungkinan adanya penumpang yang tidak tercatat agar jumlah korban dapat dicocokkan dengan kondisi sebenarnya.

Arman menambahkan, data manifes juga menjadi bagian penting dalam penyelidikan untuk mengetahui apakah terdapat unsur tindak pidana atau insiden tersebut murni disebabkan faktor teknis, termasuk dugaan korsleting yang masih beredar.

Sementara itu, berdasarkan kronologi dari Kantor SAR Surabaya, petugas menerima laporan pertama pada Minggu pukul 08.24 WIB dari Syahbandar Tanjung Perak mengenai kebakaran kapal di perairan utara Madura. Selang satu menit kemudian, tepatnya pukul 08.25 WIB, PT ALP juga menghubungi Kantor SAR Surabaya dan menginformasikan bahwa KMP Mutiara Sentosa 2 tujuan Surabaya–Makassar dengan sekitar 250 orang di atas kapal mengalami kebakaran.

Pihak perusahaan memperoleh informasi dari nakhoda bahwa api mulai berkobar sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB di kawasan utara Madura. Setelah laporan tersebut disampaikan, komunikasi dengan nakhoda terputus. (rds/hel)