INDONESIAONLINE – Penurunan kemampuan siswa pada mata pelajaran matematika dan bahasa menjadi atensi Komisi IV DPRD Samarinda. Karena itu, Komisi IV DPRD Samarinda meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan evaluasi menyeluruh terkait penurunan kemampuan siswa pada mata pelajaran matematika dan bahasa.
Menurut Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie, penurunan tersebut tidak boleh hanya dilihat dari sisi angka statistik, tetapi harus ditelusuri akar permasalahannya agar dapat ditemukan solusi yang tepat.
“Kalau secara nasional terjadi penurunan pada dua mata pelajaran tersebut, tentu harus menjadi bahan review bagi Kementerian Pendidikan. Apa sebenarnya kendalanya? Jangan hanya melihat angka statistiknya, tetapi harus dicari penyebabnya,” ujar Novan. Senin (08/06/2026).
Ia menegaskan, kemampuan berhitung dan berbahasa merupakan keterampilan dasar yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga penurunan kualitas pembelajaran harus menjadi perhatian serius. “Berhitung dan berbahasa adalah kemampuan mendasar yang sangat dibutuhkan dalam keseharian. Kalau terjadi penurunan, berarti ada sesuatu yang harus segera diperbaiki,” katanya.
Novan menilai persoalan tersebut tidak sepenuhnya berkaitan dengan kurikulum karena matematika dan bahasa merupakan mata pelajaran dasar yang substansinya relatif tidak banyak berubah dari waktu ke waktu. è“Saya tidak melihat ini murni persoalan kurikulum. Matematika dan bahasa itu pelajaran mendasar. Dari dulu substansinya tidak banyak berubah. Yang perlu dicari adalah faktor lain yang menyebabkan penurunan kualitas pembelajaran,” tutupnya. (ra/hel))













