INDONESIAONLINE – Ledakan keras mengguncang kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Rabu (14/10/2026) malam. Insiden tersebut menewaskan dua orang, melukai 10 orang lainnya, serta mengakibatkan enam bangunan mengalami kerusakan parah.
Berdasarkan informasi pada papan data di posko komunikasi SAR di lokasi kejadian, terdapat 12 korban dalam peristiwa tersebut. Sebanyak dua orang dinyatakan meninggal dunia, dua korban mengalami luka berat, sedangkan delapan lainnya menderita luka ringan.
Jenazah korban meninggal dibawa ke dua rumah sakit berbeda. Satu korban dievakuasi ke RSUD Tangerang Selatan, sementara satu korban lainnya dibawa ke RS Fatmawati.
Pantauan di lokasi menunjukkan polisi, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta relawan masih melakukan evakuasi dan pencarian korban yang diduga tertimbun reruntuhan bangunan. Sebanyak tujuh korban juga dilaporkan telah dibawa ke dua rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga berlarian menuju lokasi setelah mendengar suara ledakan. Puing-puing bangunan terlihat berserakan, sementara seorang warga tampak tergeletak dengan kondisi berdarah.
Polisi Pastikan Ledakan Bukan Berasal dari Bom
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Susatyo Purnomo Condro menegaskan bahwa ledakan di kawasan Pasar Cimanggis bukan disebabkan oleh bom. Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam penyelidikan.
“Ini bukan bom. Ini adalah ledakan yang saat ini masih didalami,” kata Susatyo ketika memberikan keterangan di lokasi kejadian pada Rabu malam.
Tim gabungan telah melaksanakan pemeriksaan awal tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah unsur yang terlibat meliputi personel penjinak bom (jibom), Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri, Ditreskrimum Polda Metro Jaya, serta Polres Tangerang Selatan.
Penyelidikan dilanjutkan dengan mengumpulkan keterangan para saksi dan memeriksa berbagai temuan di lokasi guna mengetahui penyebab ledakan.
Ditemukan Tabung Etilen Berkapasitas 52 Kilogram
Salah satu temuan penting dalam pemeriksaan awal adalah sebuah tabung gas etilen berkapasitas 52 kilogram. Tabung berukuran panjang tersebut ditemukan di area bangunan yang mengalami kerusakan paling parah.
Menurut Susatyo, gas etilen lazim digunakan untuk membantu mempercepat pematangan buah. Di sekitar lokasi penemuan tabung, polisi juga mendapati tumpukan pisang mentah dalam jumlah besar. “Di TKP ditemukan sebuah tabung etilen 52 kilogram yang panjang,” ujar Susatyo.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan tabung tersebut sesuai dengan temuan tumpukan buah pisang yang belum matang di bangunan yang terdampak paling parah.
“Di tempat yang paling parah kerusakannya, ditemukan buah pisang yang cukup banyak dalam kondisi mentah. Jadi, (tabung etilen) biasa digunakan memang untuk mematangkan buah,” kata dia.
Susatyo kembali menegaskan bahwa petugas menemukan tabung gas etilen dan pisang mentah di lokasi kejadian. “Ditemukan di situ ada pisang. Ditemukan memang di tempat yang paling parah kerusakannya itu ditemukan buah pisang yang cukup banyak, buah pisang yang cukup banyak dan dalam kondisi mentah,” ucap Susatyo.
“Tabung etilen 52 kilo yang panjang, yang memang lazim biasanya digunakan itu untuk mematangkan buah, pematangan buah,” jelasnya.
Polisi turut menelusuri informasi mengenai dugaan bahwa gudang tersebut memasok buah untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, dugaan tersebut belum dipastikan.
“Nanti kita dalami lagi, tapi faktanya ditemukan di sana ada tabung gas etilen dan ada tumpukan-tumpukan buah-buah pisang yang masih mentah,” ucap Susatyo.
Gudang Diduga Menjadi Tempat Pengepakan Buah
Berdasarkan keterangan warga sekitar yang dihimpun polisi, bangunan yang menjadi lokasi ledakan diduga digunakan sebagai gudang penyimpanan sekaligus tempat pengepakan buah sebelum didistribusikan ke pasar. “Kalau berdasarkan dari keterangan saksi di lingkungan, lagi melakukan ada kegiatan pengepakan dan sebagainya. Pengepakan buah-buah untuk disuplai ke pasar-pasar dan sebagainya,” ujar Susatyo.
Aktivitas di dalam gudang, termasuk penggunaan tabung etilen dan kemungkinan hubungan tempat tersebut dengan pemasok buah untuk program MBG masih didalami oleh penyidik.
Enam Bangunan Rusak, Puing Berserakan di Jalan
Dampak ledakan terlihat pada sejumlah bangunan di kawasan Pasar Cimanggis. Hasil pantauan di lokasi memperlihatkan enam bangunan mengalami kerusakan berat, dengan sebagian strukturnya runtuh.
Material bangunan berupa pecahan dinding, potongan besi, rangka kanopi, dan lembaran material lainnya berserakan di jalan. Bagian depan beberapa ruko tampak terbuka setelah material bangunannya terlepas akibat ledakan.
Rangka kanopi yang ambruk menutupi sebagian area di depan bangunan. Sementara itu, sejumlah kabel terlihat menjuntai di antara bangunan yang rusak.
Kerusakan juga menjalar hingga bagian dalam ruko. Plafon dan struktur atap terlepas. Sedangkan barang-barang serta kardus masih tampak di antara tumpukan puing.
Sebuah mobil ditemukan dalam posisi terbalik di sekitar lokasi. Kendaraan tersebut diduga terdampak kuatnya ledakan.
Sejumlah personel Brimob bersenjata juga terlihat berjaga bersama kendaraan taktis Baracuda.
Susatyo menyampaikan bahwa kerusakan terjadi pada beberapa ruko bertingkat dua di sekitar gudang. “Kalau tadi dilihat, ada sekitar tiga sampai empat blok ruko dua lantai yang mengalami kerusakan,” ungkapnya.
Warga Mengira Suara Ledakan Bom
Kerasnya suara ledakan membuat warga di sekitar Pasar Cimanggis panik. Rival, seorang pedagang plastik di pasar tersebut, mengaku mendengar suara dentuman yang sangat keras hingga memicu warga berlarian. “Kayak bom, pada lari. Suara ledakan keras banget,” ungkap Rival.
Ia mengatakan ledakan terjadi setelah azan Magrib berkumandang. Menurut dia, sejumlah bangunan dalam satu blok mengalami kehancuran akibat peristiwa tersebut.
Namun, Rival mengaku tidak mengetahui secara pasti bangunan mana saja yang mengalami kerusakan karena kondisi bangunan tertutup.
“Wah kurang tahu si bangunan apa, tertutup si (bangunannya),” katanya.
Korban Merupakan Pekerja Gudang dan Warga Sekitar
Susatyo menjelaskan bahwa korban ledakan berasal dari kalangan pekerja gudang dan warga yang berada di sekitar ruko ketika kejadian berlangsung. Sebagian korban ditemukan di bagian depan bangunan.
“Ada sebagian pekerja, karena juga ditemukan korban yang berada di depan ruko. Fokus kami hari ini adalah melaksanakan evakuasi pertolongan terhadap para korban dan menjaga status quo TKP agar masyarakat tidak melintas,” jelasnya.
Polisi bersama petugas BPBD dan relawan memprioritaskan penyelamatan korban serta pengamanan kawasan terdampak. Masyarakat diminta tidak melintasi lokasi untuk menjaga keselamatan dan memastikan penanganan berjalan lancar.
Pemeriksaan lokasi ledakan dihentikan sementara pada Rabu malam karena kondisi di lapangan belum memungkinkan untuk dilakukan penyelidikan lebih mendalam. Polisi baru menyelesaikan tahap awal olah TKP dan berencana melanjutkannya pada Kamis (15/10/2026) pagi.
Susatyo menjelaskan bahwa penghentian sementara dilakukan agar pemeriksaan lanjutan dapat berlangsung ketika kondisi lokasi lebih memungkinkan.
“Kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk kepolisian melakukan olah TKP lebih lanjut, sehingga hanya melakukan olah TKP awal dan saat ini sudah kami tutup. Nanti besok setelah terang, nanti kami akan melanjutkan untuk pemeriksaan lebih dalam,” ujar Susatyo saat memberikan keterangan pada Kamis dini hari.
Untuk menjaga lokasi tetap aman dan tidak terganggu, polisi menetapkan kawasan tersebut sebagai area yang harus steril dari aktivitas masyarakat. “Saat ini kami sedang membuat status quo supaya tidak ada masyarakat yang melintas,” kata Susatyo. (rds/hel)







