INDONESIAONLINE – Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud menyampaikan refleksi mendalam mengenai makna Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus. Bagi dirinya, tanggal tersebut bukan sekadar tanggal merah di kalender, melainkan memiliki nilai spiritual yang sangat dalam.
Hasanuddin mengungkapkan bahwa angka 17 melambangkan jumlah rakaat dari 5 waktu salat yang ditunaikan umat Islam setiap hari. Selain itu, momen bersejarah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 bertepatan dengan bulan suci Ramadan, yang dinilainya sebagai bagian dari skenario Allah SWT.
“17 Agustus itu bukan sekadar tanggal merah di kalender. Ada makna yang dalam di baliknya. Angka 17 itu melambangkan 5 waktu salat kita, 17 rakaat yang kita tunaikan setiap hari. Dan momen kemerdekaan itu terjadi di bulan yang penuh berkah, Ramadan 1945. Bukan kebetulan, saya kira ini bagian dari skenario Allah SWT untuk bangsa ini,” ujar Hasanuddin Mas’ud.
Ia juga menyoroti kalimat penting dalam Pembukaan UUD 1945, yakni “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa” dan “didorong oleh keinginan luhur”. Menurut dia, para pendiri bangsa (founding fathers) menyadari betul bahwa kemerdekaan Indonesia bukan semata-mata hasil perjuangan fisik, melainkan anugerah dan rahmat dari Allah sehingga menjadikan tanggal 17 Agustus sebagai hari yang sakral.
“Saya yakin, seluruh bangsa Indonesia merasakan hal yang sama. Ada nilai spiritual yang menyatu dengan semangat perjuangan, dan itulah yang membuat kemerdekaan kita begitu istimewa hingga hari ini,” lanjutnya.
Mengakhiri penyampaiannya, Hasanuddin mengucapkan selamat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengisi kemerdekaan dengan karya nyata demi kemajuan Kalimantan Timur dan Indonesia. (ra/hel)







