INDONESIAONLINE – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati turut angkat bicara soal kasus penganiayaan yang menyeret nama pejabat di Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP). 

Diketahui, pelaku penganiayaan terhadap anak pengurus GP Ansor adalah anak pejabat di salah satu Kanwil DJP di Jakarta. Saat ini pelaku bernama Mario Dandy Satriyo juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan polisi.  

Melalui akun Instagramnya, Sri Mulyani mengaku mendapat laporan soal viralnya kejadian tersebut pada Selasa (21/2) malam. Oleh karenanya, dia menginstruksikan kepada tim Kemenkeu untuk melakukan beberapa hal. Salah satunya mengecam tindakan kekerasan tersebut. 

“Kemenkeu mengecam tindakan kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan dan mendukung penanganan hukum secara konsisten oleh instansi yang berwenang,” ungkap Sri Mulyani melalui akun @smindrawati, dikutip Rabu (22/2). 

Selain itu, Sri Mulyani menyebut bahwa Kemenkeu mengecam gaya hidup mewah yang dilakukan oleh keluarga jajaran Kemenkeu. Seperti diketahui, anak pejabat DJP itu menggunakan mobil mewah Rubicon saat menganiaya putra pengurus Ansor.

Baca Juga  Jual Mobil Second di Jakarta yang Murah dan Terpercaya Hanya di Sini

“(Gaya hidup mewah itu) yang menimbulkan erosi kepercayaan terhadap integritas Kementerian Keuangan dan menciptakan reputasi negatif kepada seluruh jajaran Kemenkeu yang telah dan terus bekerja secara jujur, bersih dan profesional,” tegas Sri Mulyani. 

Hingga saat ini, Sri Mulyani menegaskan bahwa Kemenkeu terus melakukan langkah konsisten untuk menjaga integritas seluruh jajaran Kementerian Keuangan. “(Cara menjaga integritas) dengan menerapkan tindakan disiplin bagi mereka yang melakukan korupsi dan pelanggaran integritas,” ungkapnya. 

“Irjen Kemenkeu melakukan langkah sesuai aturan untuk penyelidikan jajaran yang ditengarai melanggar aturan dan Kemenkeu terus melakukan tindakan disiplin sesuai aturan ASN yang berlaku,” sambung Sri Mulyani. 

Lebih lanjut Sri Mulyani menyebutkan kepercayaan publik adalah hal esensial dan fondasi yang harus dijaga bersama dan tidak boleh dikompromikan oleh seluruh jajaran Kemenkeu. “Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan yang terus ikut memonitor dan menjaga kami. Mari kita jaga dan bangun bersama Indonesia,” pungkasnya. 

Seperti diketahui, viralnya kasus ini diawali dari utas yang beredar di Twitter. Dalam narasi utas tersebut, anak pejabat pajak telah menganiaya David, anak petinggi Ansor. 

Baca Juga  Bikin Heboh! Korban Ledakan Blitar Datangi Warga lewat Mimpi, Minta Dicarikan Potongan Tubuh yang Hilang

Hingga berita ini diturunkan, beberapa kata terkait kasus penganiayaan ini trending di Twitter. Seperti kata ‘David’, ‘Rubicon’, ‘Eselon II’ hingga ‘Kemenkeu’. 

Menurut utas yang dibagikan oleh akun @LenteraBangsaa_, pelaku penganiayaan kepada anak petinggi Ansor adalah anak dari pejabat pajak.

“Jenggggg jengggggggg pelaku merupakan anak dari Rafael Alun Trisambodo Kepala Bagian Umum Kanwil Pajak Jakarta. Anaknya naik rubicon kerennn… Ada motor harly juga… Pejabat pajak yg kaya banget ya. Tolong di CCin ke KPK dan Kejaksaan, pejabat kita kaya raya ya,” cuit akun tersebut. 

Dalam LHKPN KPK, Rafael Alun Trisambodo terakhir kali menjabat sebagai kepala bagian umum di salah satu Kanwil DJP Jakarta. 

Sementara itu, akun tersebut juga membagikan identitas pelaku. “Pelaku utama bernama Mario Dandy Satriyo menggunakan kendaraan Rubicon B 120 DEN (plat aslinya B 2571 PBP). Pelaku utama merupakan lulusan Taruna Nusantara,” cuitnya.