Meski Pandemi Covid-19, Pembangunan Infrastruktur di Tulungagung Terlaksana 100 Persen

INDONESIAONLINE – Pandemi Covid-19 tak menghambat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tulungagung. Pemerintah Kabupaten Tulungagung tetap bisa melaksanakan proyek infrastruktur pembangunan fisik 100 persen. Padahal dalam perkembangan Pandemi Covid-19, Tulungagung melaksanakan PPKM mulai dari level 4, level 3, dan terakhir level 2 saat ini.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Tulungagung Maryoto Birowo pada acara Pekan Olahraga Persahabatan dalam rangka peringatan Hari Bakti PU ke-76 serta memeriahkan HUT Kabupaten Tulungagung ke-816 di Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Tulungagung. Jum’at (3/12/2021). “Sektor penanganan fisik walaupun kita dalam kriteria pandemi covid-18 tetap dilaksanakan dengan kegiatan 100%,” kata Maryoto Birowo.

Menurut Maryoto, kegiatan pelaksanaan konstruksi di lapangan, merupakan satu indikator betapa pentingnya masalah  pekerjaan fisik meskipun dalam situasi pandemi.

Selain itu, Maryoto juga menyinggung tentang sejarah peringatan Hari Bakti PU bahwa tepat 76 tahun yang lalu. Pada 3 Desember 1945, sebanyak 21 pegawai yang ditugasi menjaga gedung sate Bandung yang pada saat itu merupakan gedung Departemen Pekerjaan Umum diserang oleh pasukan sekutu.

Dalam peristiwa menghadapi serangan sekutu, telah gugur 7 orang pegawai PU yakni Didi Hardianto Kamarga, Muchtaruddin, Soehodo, Rio Soesilo, Soebengat, Ranu, dan Soerjono, yang selanjutnya 7 pegawai yang gugur itu dikenal sebagai pahlawan sapta taruna.

“Kekompakan dan semangat juang yang luar biasa dari pahlawan sapta taruna, selalu menjadi inspirasi semua insan ke-PU-an dalam menjalan tugas,” ucap Maryoto. 

Tugas yang dimaksud, lanjut Maryoto, khususnya adalah menggerakkan pertumbuhan ekonomi yang sangat dibutuhkan pada masa dan paska Pandemi covid-19, karena pembangunan infrastruktur merupakan bagian integral dari pembangunan daerah maupun nasional.

Maryoto menjelaskan, ketika aspek kesehatan sudah tertangani dengan baik dan kasus covid-19 di daerah sudah menurun, maka ekonomi harus segera dibuka, artinya banyak hal yang harus dilakukan Pemda dan salah satu yang penting adalah masalah pembangunan infrastruktur atau pembangunan dibidang ke-PU-an. “Jadi ini adalah sesuatu yang sangat penting, jadi tema (Sigap Membangun Negeri) ini benar sekali,” tutup Maryoto.

Ditempat yang sama, Kepala Disperkim Tulungagung Anang Pratistianto mengatakan, peringatan Hari Bakti PU ke-76 adalah momentum membangun kesolidan dengan semua instansi di bidang PU, sehingga bisa bekerja sama dengan baik dan menunjukkan kinerja terbaik.

Menurut Anang, dalam melaksanakan pembangunan selama ini, dinas yang dipimpinnya itu sudah menjalankan sesuai prosedur, sehingga hasilnya sesuai dengan harapan bersama. “Tugas, Pokok dan Fungsi selalu diemban dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Maryoto.

Sebagai Kepala Dinas, Anang berharap, semua yang sudah dan yang akan dilaksanakan tetap sesuai aturan dan spesifikasi dengan cara mengerjakan pekerjaan dengan sungguh-sungguh dan menyesuaikan capaian dengan kondisi yang ada. “Capaian Disperkim pada 2021 adalah target pembangunan rumah sekira 200 dan itu sudah terlampaui,” ungkap Ananag Pratistianto.

Terkait program bagi masyarakat yang belum memiliki rumah, kata Anang, Pemkab melalui Disperkim akan membangun Rusunawa sebagai pilihan alternatif bagi masyarakat yang belum punya rumah.

Selain itu, Assosiasi Pengembang Rumah Sederhana/Sangat Sederhana Indonesia (APERSI) juga terus membangun rumah atau perumahan bersubsidi. Disisi lain pembangunan irigasi juga tetap menjadi prioritas dalam penanganan bencana baik secara darurat maupun permanen.

Hal yang sama dikatakan oleh Plt Kepala Dinas PUPR Tulungagung Robinson Nadeak. Menurut Robinson, peringatan Hari Bakti PU ke-76 merupakan momentum untuk memprioritaskan dan memperbaiki sarana dan prasarana infrastruktur di Tulungagung 

Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, lanjutnya, prioritas utama adalah pembangunan dan perbaikan, disamping pembangunan saluran kering. “Ruas jalan yang ada di Kabupaten Tulungagung hampir 1000 lebih, dan yang sudah diakomodir hampir 70-80 persen,” kata Robinson.

Robinson juga mengungkapkan, Dinas PUPR saat ini memprioritaskan pembangunan jalan protokol, dengan alasan karena volume kendaraan cukup tinggi dan setiap hari dilewati masyarakat. Jalan protokol yang dimaksud adalah dibangunnya jalan Boyolangu-Campurdarat, Campurdarat-Pakel dan Pakel-Bandung, dan lain-lain. “Sedangkan yang lainnya masih tahap pemeliharaan dan semoga tahun depan  bisa,” harapnya.

Robinson menegaskan, seluruh kegiatan dari dinas yang dipimpinnya itu pada intinya adalah dalam rangka mendukung percepatan pembangunan, karena pembangunan infrastruktur menjadi tuntutan baik pemerintah daerah maupun pusat.



Muhamad Muhsin Sururi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *