JATIMTIMES – Warga Kota Malang yang hendak melintasi kawasan Tlogomas kiranya akan semakin mudah dan nyaman. Sebab, rencananya pekan depan Jembatan Tlogomas bakal siap difungsikan.

Pembangunan fisik jembatan alternatif dari Jl Raya Tlogomas ke Jl Saxophone atau sebaliknya ini mulai terlihat jelas. Jembatan sepanjang 140 meter tersebut juga telah tuntas dilakukan pengaspalan.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Eko Setyo Mahanani mengatakan, saat ini progress pengerjaan jembatan tinggal ditahap finishing untuk pengecatan beberapa area.

“Ini tinggal finishing minor saja, seperti pengecatan. Setelah itu baru bisa dibuka,” katanya.

Eko menjelaskan, proyek pembangunan jembatan yang menghabiskan anggaran senilai Rp3,97 Miliar tersebut sudah mencapai 99 persen lebih. Dipastikan, sebelum batas akhir penyelesaian jembatan yang ditarget 16 Februari telah tuntas.

Baca Juga  Prabowo-Gibran Unggul di QC: Anies-Ganjar (Masih) Optimis Menang

Dimungkinan, pekan depan sebelum tanggal tersebut sudah bisa dibuka untuk umum. Disesuaikan pula dengan rencana awal, jenis kendaraan yang boleh melintasi Jembatan Tlogimas adalah kendaraan kela II.

Sehingga, untuk kendaraan dengan bersumbu ganda atau lebih sementara belum boleh melintas terlebih dahulu. “Sebenarnya, kalau mengacu pada konstruksi jembatan bisa untuk kendaraan kelas I. Tapi, nanti kami batasi dulu dan jika memungkinkan akan diserahkan ke dishub (dinas perhubungan),” tandasnya.

Untuk diketahui, proyek pembangunan Jembatan Tlogomas ini dibuat guna mengurai kemacetan di wilayah Barat. Semula, jembatan ini ditargetkan tuntas pada 28 Desember 2021 ini, namun harus mundur.

Molornya pembangunan jembatan alternatif ini lantaran faktor cuaca ekstrem. Di mana, kejadian bencana banjir bandang dari wilayah Kota Batu pada November 2021 lalu yang memberikan dampak dalam proses pengerjaan proyek tersebut menjadi molor.

Baca Juga  Masih Perlu Bantuan, Begini Kondisi Keluarga Korban setelah 155 Hari Tragedi Kanjuruhan



Arifina Cahyati Firdausi