INDONESIAONLINE – Prestasi membanggakan di panggung akademik internasional kembali ditorehkan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang. Berdasarkan data publikasi internasional Scopus–SciVal periode 2025–2026, UIN Maliki Malang berhasil menempati posisi kedua nasional PTKIN (perguruan tinggi keagamaan Islam negeri) dalam jumlah sitasi internasional dengan capaian 442 sitasi.
Capaian ini bukan sekadar angka statistik. Sitasi merupakan indikator utama yang menunjukkan seberapa besar pengaruh dan kontribusi sebuah karya ilmiah terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dunia. Artinya, penelitian dan gagasan yang lahir akademisi UIN Maliki Malang telah dibaca, dijadikan rujukan, dan dipercaya oleh komunitas akademik internasional.

Lebih membanggakan lagi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga masuk dalam jajaran tiga besar PTKIN dengan jumlah publikasi internasional terbanyak, yakni 351 dokumen terindeks Scopus. Posisi strategis ini menunjukkan bahwa UIN Malang tidak hanya aktif meneliti, tetapi juga berhasil menghadirkan karya akademik yang berkualitas dan berdampak nyata.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa semangat ulul albab yang selama ini menjadi ruh pengembangan kampus telah melahirkan tradisi akademik yang kuat. Integrasi ilmu, spiritualitas, riset, dan kolaborasi internasional terbukti mampu mengantarkan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi salah satu kekuatan utama riset PTKIN Indonesia,” ungkap Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Malang Prof Dr HM. Abdul Hamid SAg MA.
Di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin kompetitif, capaian ini sekaligus menegaskan bahwa kampus Islam mampu berdiri sejajar di level global. Para dosen, peneliti, mahasiswa, serta seluruh sivitas akademika UIN Malang telah menunjukkan bahwa dedikasi, kerja keras, dan budaya ilmiah yang terus dibangun dapat menghasilkan pengakuan internasional yang membanggakan.
Momentum ini diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh warga UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk terus menyalakan tradisi riset, memperluas jejaring akademik dunia, serta menghadirkan inovasi yang memberi manfaat bagi umat dan kemanusiaan.
Kini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya dikenal sebagai kampus unggul dalam integrasi keilmuan dan nilai-nilai keislaman, tetapi juga semakin diperhitungkan sebagai pusat produksi ilmu pengetahuan yang berpengaruh di tingkat internasional. (ars/hel)













