Ronaldo Incar Trofi Terakhir, Kongo Siap Bikin Kejutan

Portugal vs Kongo di Piala Dunia 2026: Ronaldo cari trofi terakhir, tapi Kongo punya Wan-Bissaka & Bakambu yang siap merepotkan lini pertahanan. (Ist)

Portugal vs Kongo di Piala Dunia 2026: Ronaldo cari trofi terakhir, tapi Kongo punya Wan-Bissaka & Bakambu yang siap merepotkan lini pertahanan.

INDONESIAONLINE –  NRG Stadium, Houston, bersiap menjadi saksi bisu mimpi besar Cristiano Ronaldo yang mungkin adalah yang terakhir kalinya. Portugal akan memulai perjalanan mereka di Grup K Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Kongo, Kamis (18/6/2026) pukul 00.00 WIB. Pertandingan ini bukan sekadar laga pembuka, melainkan gerbang awal bagi CR7 untuk mengejar satu trofi yang belum pernah ia raih: Piala Dunia.

Bagi Ronaldo yang kini berusia 41 tahun, ini adalah penampilan keenamnya di ajang bergengsi ini. Setelah berhasil mengantarkan Portugal juara Euro 2016 dan dua trofi UEFA Nations League (2019 dan 2025), trofi Piala Dunia menjadi satu-satunya puzzle yang hilang dari koleksi mahakaryanya. Namun, misi tersebut tidak akan mudah, mengingat lawan yang dihadapi memiliki motivasi balas dendam sejarah.

Bagi Kongo, laga ini adalah momen kebangkitan setelah penantian panjang selama 52 tahun. Terakhir kali mereka berpartisipasi di Piala Dunia adalah pada edisi 1974 saat negara tersebut masih bernama Zaire. Kini, dengan skuad yang diisi pemain-pemain berpengalaman di Liga Inggris, mereka datang bukan sebagai penggembira, melainkan sebagai ancaman yang nyata.

Beban Ronaldo di Balik Skuad Bintang

Di ajang ini, Cristiano Ronaldo akan tetap menjadi pusat perhatian. Namun, sorotan besar tersebut menjadi pedang bermata dua bagi pelatih Roberto Martinez. Dalam beberapa laga uji coba terakhir, termasuk saat melawan Nigeria, Ronaldo terlihat beberapa kali menyia-nyiakan peluang emas. Beruntung bagi Portugal, rekan setimnya mampu menutupi kekurangan tersebut.

Martinez membangun fondasi tim yang sangat solid. Dengan kreator peluang sekaliber Bruno Fernandes dan Bernardo Silva, ditambah lini tengah yang dihuni duo juara Liga Champions, João Neves dan Vitinha, Portugal memiliki mesin serangan yang mematikan. Di lini belakang, kehadiran Nuno Mendes dan Ruben Dias seolah menutup rapat celah pertahanan.

Ironisnya, dengan segudang bintang tersebut, muncul kesan bahwa titik terlemah Portugal justru terletak pada penyerang utama mereka sendiri. Performa Ronaldo yang mulai fluktuatif memunculkan pertanyaan: apakah ia masih menjadi andalan atau justru menjadi beban bagi skuad muda Portugal yang sedang haus gol?

Ancaman Nyata dari Skuad Kongo

Kongo tidak boleh dipandang sebelah mata. Pelatih Sebastian Desabre membawa pasukan yang memiliki kualitas individu mumpuni. Di lini pertahanan, mereka memiliki pemain-pemain yang terbiasa beradu fisik di Liga Inggris, seperti Aaron Wan-Bissaka dan Axel Tuanzebe.

Di sektor serangan, striker Newcastle United, Yoane Wissa, sering dimainkan di posisi sayap untuk memberi ruang bagi Cedric Bakambu sebagai ujung tombak utama. Sementara itu, Noah Sadiki dianggap sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di lini tengah.

Jelas bahwa Kongo memiliki kualitas yang cukup untuk merepotkan Portugal. Dengan kehadiran Uzbekistan di Grup K, masih ada harapan realistis bagi mereka untuk bisa bersaing memperebutkan tiket babak gugur.

Namun, pendekatan taktis Desabre yang cenderung hati-hati dan pragmatis sering dikritik. Strategi low block tersebut berpotensi menemui kesulitan ketika menghadapi Portugal yang memiliki banyak pemain kreatif dan terkenal piawai membongkar pertahanan rapat.

Prediksi Susunan Pemain

Berikut adalah perkiraan formasi yang akan diturunkan oleh kedua pelatih:

Portugal (4-3-3): Diogo Costa; Diogo Dalot, Ruben Dias, Renato Veiga, Nuno Mendes; Vitor Machado Vitinha, Joao Neves, Bruno Fernandes; Francisco Conceicao, Cristiano Ronaldo, Rafael Leão.
Pelatih: Roberto Martinez

Kongo (4-2-3-1): Lionel Mpasi-Nzau; Aaron Wan-Bissaka, Chancel Mbemba, Axel Tuanzebe, Arthur Masuaku; Noah Sadiki, Samuel Moutoussamy; Nathanael Mbuku, Yoane Wissa, Meschack Elia; Cedric Bakambu.
Pelatih: Sebastien Desabre

Laga ini diprediksi akan berjalan menarik. Portugal diprediksi akan mendominasi penguasaan bola, sementara Kongo akan mengandalkan serangan balik cepat memanfaatkan kecepatan Wissa dan Bakambu. Bagi Ronaldo, laga ini adalah panggung untuk membuktikan bahwa usia hanyalah angka, dan mimpi merebut Piala Dunia masih sangat mungkin untuk diwujudkan.