INDONESIAONLINE – Serangan rudal yang diluncurkan Iran menghantam kawasan Bnei Brak, kota yang berada di dekat Tel Aviv, Israel. Dampaknya, sedikitnya 12 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut.
Mengutip AFP, Rabu (25/3/2026), layanan darurat Magen David Adom (MDA) menyatakan telah memberikan penanganan awal kepada sembilan korban di Bnei Brak sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit setempat.
Dari jumlah korban, seorang pria berusia 23 tahun mengalami luka sedang akibat serpihan di bagian perut dan kepala. Sementara itu, delapan korban lainnya hanya menderita luka ringan, termasuk enam anak-anak.
Selain itu, tiga orang lainnya juga dilaporkan terluka di wilayah Givat Shmuel yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Rekaman visual dari lokasi menunjukkan kerusakan cukup parah pada sejumlah bangunan. Beberapa balkon terlihat runtuh dan menimpa kendaraan di bawahnya. Foto yang dirilis MDA juga memperlihatkan bagian atas sebuah apartemen ambruk hingga ke lantai bawah.
Militer Israel sendiri mengungkapkan bahwa sejak tengah malam Selasa, pihaknya telah mengeluarkan 12 peringatan terkait ancaman rudal dari Iran.
Di sisi lain, militer Israel menegaskan akan terus melakukan serangan terhadap infrastruktur rudal milik Iran. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya intensitas serangan yang menyebabkan lebih dari belasan korban luka sepanjang hari.
Dalam laporan yang sama, seorang wanita dilaporkan tewas di wilayah utara Israel akibat serangan roket dari Lebanon, di tengah konflik yang melibatkan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.
Juru bicara militer Israel, Effie Defrin, menyebut dalam 24 jam terakhir pihaknya telah melancarkan beberapa gelombang serangan ke berbagai titik di Iran. Target yang disasar meliputi pusat komando, lokasi peluncuran, hingga fasilitas produksi rudal.
Ia menambahkan, operasi tersebut bertujuan menghancurkan seluruh rantai sistem persenjataan rudal, mulai dari proses produksi hingga peluncuran.
Defrin juga mengungkapkan bahwa intensitas peluncuran rudal Iran kini menurun menjadi sekitar 10 rudal per hari. Namun, Iran disebut mulai mengubah strategi dengan mengonsolidasikan serangan dalam skala lebih besar yang diarahkan ke wilayah padat penduduk. “Pasukan kami akan terus mengejar dan menargetkan personel hingga komandan yang terlibat dalam unit rudal tersebut,” ujarnya.
Tak lama setelah pernyataan itu, MDA kembali melaporkan proses evakuasi korban di Bnei Brak, dengan rincian korban yang sama -satu orang luka sedang dan delapan lainnya luka ringan, termasuk anak-anak.
Sementara di Givat Shmuel, tiga korban tambahan dilaporkan mengalami luka ringan akibat dampak ledakan. (rds/hel)
