INDONESIAONLINE – Rumah bersejarah milik Pahlawan Nasional Prof dr M. Sardjito di Jalan Cik Di Tiro, Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, dikabarkan akan dijual oleh pihak keluarga. Bangunan bergaya arsitektur jengki yang masih terawat itu diketahui telah ditempati Sardjito sejak menjabat sebagai rektor pertama Universitas Gadjah Mada pada 1949.
Selain pernah memimpin UGM pada periode 1949-1961, Sardjito juga tercatat sebagai rektor ketiga Universitas Islam Indonesia (UII) pada 1963-1970.
Rumah tersebut kini dirawat oleh Budhi Santoso, yang telah tinggal di sana sejak 1980 atas amanah istri Sardjito, RAy Soeko Emi Sardjito. Budhi menjelaskan rumah itu awalnya merupakan rumah dinas rektor UGM sebelum kemudian menjadi milik pribadi Sardjito.
Bangunan berdiri di atas lahan seluas 1.206 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 800 meter persegi. Sebagian besar kondisi rumah masih dipertahankan seperti aslinya, termasuk furnitur lawas, ubin merah mengilap, hingga bentuk atap segitiga khas rumah era pascakolonial.
Menurut Budhi, rumah itu minim renovasi sejak puluhan tahun lalu dan hanya mengalami pengecatan ulang. “Seluruh mebel di dalam rumah masih merupakan peninggalan asli keluarga Sardjito,” ungkapnya.
Budhi mengaku ide menjual rumah muncul karena kondisi rumah dinilai sudah tidak terawat secara optimal. Rencana itu kemudian disepakati ahli waris, yakni dua cucu Sardjito, Alita dan Dyani Poedjioetomo, yang kini tinggal di Jakarta.
Meski demikian, Budhi berharap rumah bersejarah tersebut dapat dimiliki institusi yang mampu menjaga nilai sejarahnya. Ia pun telah menawarkan rumah itu langsung kepada UGM dan UII.
Menurut dia, langkah itu dilakukan agar rumah peninggalan Sardjito tidak beralih fungsi menjadi bangunan komersial seperti kafe apabila dibeli investor.
Budhi berharap, apabila rumah tersebut nantinya dimiliki UGM atau UII, bangunan bersejarah itu tetap dapat dirawat dan dijaga sebagai bagian dari warisan sejarah pendidikan Indonesia. Ia menilai rumah itu memiliki nilai historis tinggi karena pernah menjadi tempat berkumpul sejumlah tokoh nasional seperti Soekarno, Mohammad Hatta, hingga Prof Soemitro Djojohadikoesoemo (ayah Presiden Prabowo Subianto).
Budhi juga menyebut harga rumah berada di kisaran miliaran rupiah, meski tidak merinci nominalnya.
Menanggapi kabar penjualan rumah tersebut, Rektor UII Fathul Wahid mengatakan informasi itu akan diteruskan kepada yayasan kampus karena pembelian properti berada di luar kewenangan rektor.
“Matur nuwun untuk informasinya. Saya teruskan ke yayasan. Pembelian properti di luar kewenangan rektor,” ujar Fathul, Kamis (14/5).
Hal serupa disampaikan Juru Bicara UGM I Made Andi Arsana. Ia menyebut pihak kampus masih akan mendiskusikan persoalan tersebut. “Saya akan diskusikan nggih. Belum ada info ke saya,” kata Made Andi. (rds/hel)
