INDONESIAONLINE – Komitmen STKIP PGRI Trenggalek dalam memperkuat budaya akademik dan internasionalisasi perguruan tinggi kembali diwujudkan melalui partisipasinya dalam Konferensi Internasional ADOBSI (Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia) 2026. Konferensi itu diselenggarakan pada 9–10 Juni 2026 di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Ungaran, Kabupaten Semarang, secara hybrid (luring dan daring).
Kegiatan ilmiah ini diselenggarakan oleh ADOBSI (Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia) yang dipimpin oleh Dr Wati Istanti MPd, dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Mengusung tema “Transformasi Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Pendidikan dan Teknologi: Perspektif Interdisipliner”, konferensi ini menjadi ajang bertemunya akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk mendiskusikan perkembangan mutakhir bahasa, sastra, dan pembelajaran di era digital.
Konferensi ini menghadirkan sejumlah pembicara nasional dan internasional yang memiliki reputasi di bidangnya. Prof Dr Abdul Mu’ti MEd, menteri pendidikan dasar dan menengah Republik Indonesia, tampil sebagai pembicara kunci. Turut memberikan paparan: Hafidz Muksin SSos MSi (kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI); H.E. Shri Sandeep Chakravorty (duta besar India untuk Indonesia); Yi Yan (direktur utama IFLC/Indonesia Foreign Language School) China; Dr Nguyen Thanh Tuan (senior lecturer University of Social Science and Humanities, Vietnam); Justin Wejak PhD (senior lecturer University of Melbourne, Australia); serta Indriyo Sukmono PhD (senior lecturer Yale University, Amerika Serikat).
Selain diikuti oleh ratusan dosen dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, konferensi tersebut juga dihadiri oleh mahasiswa asing yang berasal dari Jawaharlal Nehru University (JNU) India, serta peserta dari Afganistan, Thailand, sejumlah negara di Afrika, dan Timor-Leste. Kehadiran peserta lintas negara tersebut semakin memperkuat atmosfer akademik dan dialog lintas budaya dalam forum internasional tersebut.
Pada kegiatan ini, STKIP PGRI Trenggalek mengirimkan delegasi dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), yakni Irma Arifah MPd, sebagai pemakalah yang mempresentasikan hasil penelitiannya secara luring. Kehadiran delegasi tersebut menjadi representasi komitmen kampus dalam meningkatkan produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah di tingkat internasional.
Tidak hanya berpartisipasi sebagai pemakalah, STKIP PGRI Trenggalek juga berhasil memperluas jejaring kerja sama internasional melalui penandatanganan implementation arrangement (IA) dengan University of Melbourne, Australia, serta memorandum of agreement (MoA) dengan IFLC China. Kerja sama tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan program pertukaran dosen dan mahasiswa, kolaborasi penelitian, penyelenggaraan konferensi bersama, penguatan pembelajaran internasional, hingga publikasi ilmiah bereputasi.
Ketua STKIP PGRI Trenggalek Dr Dwi Kuncorowati MPd menilai bahwa konferensi internasional merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia perguruan tinggi sekaligus memperkuat posisi institusi di tingkat global.
“Konferensi ilmiah internasional seperti ADOBSI 2026 memiliki manfaat yang sangat besar bagi pengembangan profesi dosen. Forum ini bukan sekadar tempat mempresentasikan hasil penelitian, tetapi menjadi ruang dialog akademik yang mempertemukan berbagai perspektif, metodologi, dan pengalaman dari para pakar dunia. Melalui forum seperti ini, dosen dapat membangun kolaborasi penelitian, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta memperkaya inovasi pembelajaran yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia,” ungkap Dwi Kuncorowati.
Menurut dia, capaian yang diraih STKIP PGRI Trenggalek melalui penandatanganan kerja sama internasional juga merupakan langkah strategis dalam mewujudkan visi kampus yang adaptif terhadap perkembangan global.
“Bagi STKIP PGRI Trenggalek, kegiatan ini memiliki nilai strategis karena tidak hanya meningkatkan kapasitas akademik dosen, tetapi juga memperluas jejaring internasional institusi. Penandatanganan MoA dengan IFLC China dan IA dengan University of Melbourne diharapkan menjadi fondasi lahirnya berbagai program nyata, mulai dari pertukaran akademik, riset kolaboratif, pengembangan kurikulum, hingga publikasi internasional bersama. Kami ingin membangun ekosistem akademik yang terbuka, kolaboratif, dan mampu membawa STKIP PGRI Trenggalek semakin dikenal di tingkat global,” kata Dwi Kuncorowati.
Sementara itu, Irma Arifah MPd, delegasi pemakalah dari STKIP PGRI Trenggalek, mengaku sangat antusias dan merasa memperoleh pengalaman akademik yang berharga selama mengikuti konferensi internasional tersebut. “Saya merasa sangat excited dan bersyukur mendapatkan kesempatan menjadi pemakalah pada Konferensi Internasional ADOBSI 2026. Forum ini memberikan pengalaman yang luar biasa karena dapat berdiskusi langsung dengan para akademisi dari berbagai perguruan tinggi dan negara. Banyak perspektif baru yang saya peroleh mengenai pengembangan bahasa dan sastra Indonesia di era kecerdasan artifisial dan transformasi digital,” kata dia
Ia menambahkan bahwa manfaat konferensi tidak berhenti pada presentasi hasil penelitian, tetapi juga membuka peluang kolaborasi akademik di masa depan. “Selain menambah wawasan ilmiah, konferensi ini membuka kesempatan untuk membangun kolaborasi global dalam penelitian dan publikasi, baik melalui prosiding internasional maupun jurnal bereputasi. Yang tidak kalah penting, saya dapat memperluas academic networking dengan para pemakalah, narasumber, dan peneliti dari berbagai institusi. Jejaring seperti inilah yang menjadi modal penting bagi pengembangan kompetensi akademik sekaligus peningkatan kualitas penelitian di lingkungan STKIP PGRI Trenggalek,” sambungnya.
Partisipasi aktif STKIP PGRI Trenggalek dalam Konferensi Internasional ADOBSI 2026 menunjukkan bahwa perguruan tinggi daerah mampu mengambil peran dalam percaturan akademik internasional. Melalui keikutsertaan sebagai pemakalah sekaligus perluasan kerja sama dengan mitra luar negeri, STKIP PGRI Trenggalek terus memperkuat komitmennya untuk menghasilkan tridarma perguruan tinggi yang berkualitas, berdaya saing, dan berorientasi global. (ars/hel)













