INDONESIAONLINE – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang terus mempercepat pengembangan fasilitas pendidikan dan kesehatan melalui rencana pembangunan rumah sakit pendidikan di kawasan Kampus 3. Proyek tersebut kini terus dikoordinasikan bersama Kementerian Kesehatan RI sebagai bagian dari penguatan Fakultas Kedokteran dan layanan kesehatan terpadu.
Rencana pembangunan rumah sakit itu menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan “Jumat Sehat Jumat Menanam” yang digelar di Kampus 3 UIN Malang pada Jumat (22/5/2026). Acara tersebut dihadiri ratusan peserta dari unsur pemerintah, akademisi, hingga civitas kampus, termasuk Wakil Menteri Kesehatan RI dr Benjamin Paulus Octavianus Sp.P(K).

Selain Benjamin Paulus Octavianus, acara ini diikuti Zan Susilo Wahyu Mutaqin (kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara Setjen Kementerian Kesehatan RI),
Dr Akhmad Sruji Bahtiar MPdI (kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur), Drs H Basri MA PhD (wakil rektor I bidang akademik UIN Maliki Malang),
Dr Zainal Habib MHum (wakil rektor II bidang administrasi umum, perencanaan dan keuangan UIN Maliki Malang), Prof Dr H Triyo Supriyatno MAg (wakil rektor III bidang kemahasiswaan UIN Maliki Malang), Prof Dr HM. Abdul Hamid SAg MA (wakil rektor IV bidang kerja sama dan pengembangan lembaga UIN Maliki Malang), Dr Muhtar Hazawawi MAg (kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN Maliki Malang), Ita Hidayatus Sholihah SAg MM (kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Maliki Malang), serta Prof Dr dr Yuyun Yueniwati P.W. MKes SpRad (K) (Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Maliki Malang).
Benjamin mengaku terkesan dengan perkembangan Kampus 3 UIN Malang yang dinilai tumbuh sangat cepat dengan fasilitas modern. Ia menyebut kemajuan kampus tersebut menjadi pencapaian yang membanggakan, khususnya bagi dunia pendidikan di wilayah Malang Raya.
“Saya orang Batu. Saya tidak menyangka ada kampus semegah ini dengan perkembangan yang sangat cepat,” ujarnya. Perlu diketahui, Kampus 3 UIN Malang berdiri di dua daerah: Kabupaten Malang dan Kota Batu.
Sementara, Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Malang Dr H Basri MA PhD mengatakan, kehadiran jajaran pejabat Kementerian Kesehatan membawa semangat baru bagi pengembangan kampus. Menurut dia, dukungan dari pemerintah pusat menjadi dorongan penting dalam memperkuat arah pembangunan pendidikan dan layanan kesehatan di lingkungan UIN Malang.
Sementara itu, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Malang Dr Zainal Habib MHum menjelaskan, rumah sakit yang tengah disiapkan akan diberi nama Maliki Islamic Hospital. Rumah sakit tersebut dirancang sebagai rumah sakit pendidikan bertaraf internasional yang tidak hanya mendukung kebutuhan akademik mahasiswa kedokteran, tetapi juga memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat luas.
Zainal Habib menambahkan, konsep rumah sakit akan mengintegrasikan fungsi pendidikan, penelitian, dan pelayanan medis dalam satu sistem modern yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Pihak kampus juga menargetkan pembangunan dapat dimulai pada 2027 setelah seluruh tahapan teknis dan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan selesai dilakukan.
Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama UIN Malang Ita Hidayatus Sholihah menilai pembangunan rumah sakit pendidikan menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan nasional. Menurut dia, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mencetak tenaga kesehatan profesional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan medis yang berkualitas dan berkelanjutan.
Saat ini, UIN Malang masih menunggu arahan lanjutan dari Kementerian Kesehatan terkait tahapan pembangunan proyek tersebut. Meski demikian, berbagai persiapan seperti kajian teknis, pemetaan kebutuhan, hingga penyusunan konsep layanan kesehatan terus dilakukan secara intensif. (hsa/hel)













