INDONESIAONLINE – Komitmen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang dalam memperluas jejaring akademik internasional kembali diwujudkan. Kali ini UIN Malang menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Zintan University Libya pada Senin (22/6/2026) di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Delegasi Zintan University yang hadir dalam kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Prof Dr Mohammed Imubarak, didampingi Dekan Fakultas Humaniora dan Adab Dr Ali Khalifa serta Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Salem Othman. Dari pihak UIN Maliki Malang, penandatanganan MoU dilakukan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga Prof Dr M. Abdul Hamid SAg MA.
Kesepakatan kerja sama ini mencakup berbagai bidang yang terkait dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kedua perguruan tinggi bersepakat untuk mengembangkan program pertukaran mahasiswa dan dosen, penyelenggaraan seminar internasional, penelitian kolaboratif, serta berbagai aktivitas akademik lainnya yang mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi.
Kerja sama antara kedua institusi ini sesungguhnya memiliki fondasi historis dan emosional yang kuat. Setidaknya terdapat empat dosen Zintan University yang merupakan alumni program Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Fakta ini menunjukkan bahwa hubungan akademik antara kedua lembaga telah terjalin sejak lama melalui kontribusi alumni UIN Maliki Malang yang kini mengabdi sebagai akademisi di Libya. Kehadiran para alumni tersebut menjadi jembatan strategis yang mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat kepercayaan kedua pihak untuk membangun kemitraan yang lebih luas dan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut dari MoU ini, kedua universitas telah merencanakan program mobilitas mahasiswa. Dalam waktu dekat, mahasiswa Program Studi Bahasa Arab UIN Maliki Malang akan diberangkatkan untuk mengikuti studi di Zintan University selama dua semester. Program ini diharapkan memberikan pengalaman akademik internasional yang autentik, meningkatkan kompetensi bahasa Arab mahasiswa melalui interaksi langsung dengan penutur asli, serta memperluas wawasan mereka tentang budaya, masyarakat, dan peradaban dunia Arab.
Prof Dr M. Abdul Hamid menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi besar internasionalisasi UIN Maliki Malang. Menurut dia, internasionalisasi perguruan tinggi tidak cukup hanya diwujudkan melalui penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi harus diimplementasikan dalam bentuk program-program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, dosen, dan institusi.
“MoU ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi UIN Maliki Malang dalam jejaring pendidikan tinggi global. Melalui kolaborasi akademik, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta penelitian bersama, kita berharap dapat menciptakan lingkungan akademik yang semakin terbuka, kompetitif, dan berorientasi internasional,” ujarnya.
Kerja sama dengan Zintan University juga memiliki arti penting dalam pengembangan studi keislaman dan bahasa Arab. Sebagai perguruan tinggi yang berada di kawasan Arab, Zintan University memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis dalam penguatan kompetensi kebahasaan, kajian Islam, humaniora, dan pertukaran keilmuan yang relevan dengan visi UIN Maliki Malang sebagai universitas unggul bereputasi internasional.
Penandatanganan MoU ini menjadi bukti bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya dibangun melalui hubungan antarlembaga, tetapi juga melalui kontribusi alumni yang menjadi duta akademik di berbagai negara. Dengan dukungan jaringan alumni internasional yang kuat, UIN Maliki Malang terus memperluas perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam yang mampu menjembatani kerja sama akademik antara Indonesia dan dunia internasional. (ars/hel)













