Seorang perempuan melahirkan di Toko Parfum Saif, Jalan Borobudur, Kota Malang. Persalinan darurat berlangsung sekitar 10–15 menit sebelum ibu dan bayi dibawa ke rumah sakit.
INDONESIAONLINE – Seorang perempuan melahirkan di Toko Parfum Saif, Jalan Borobudur, Kota Malang. Persalinan darurat berlangsung sekitar 10–15 menit sebelum ibu dan bayi dibawa ke rumah sakit.
Suasana sebuah toko parfum di Jalan Borobudur, Kota Malang, mendadak berubah panik pada Minggu pagi, 1 November 2026. Seorang pria datang sambil menggendong perempuan yang tengah hamil. Awalnya, pegawai toko mengira pria tersebut sedang mencari pertolongan untuk korban kecelakaan. Namun, beberapa saat kemudian, mereka menyadari perempuan itu sedang mengalami proses persalinan.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah rekaman videonya beredar luas di media sosial. Video berdurasi lebih dari satu menit itu memperlihatkan seorang pria membawa perempuan hamil masuk ke dalam toko. Pegawai yang berada di lokasi tampak kebingungan menghadapi situasi mendadak tersebut.
Rekaman itu juga memperlihatkan suasana ketika persalinan darurat berlangsung hingga bayi berhasil dilahirkan. Peristiwa yang terjadi di Toko Parfum Saif tersebut akhirnya berakhir dengan selamat, sebelum ibu dan bayinya dibawa menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Pegawai Toko Parfum Saif, Husein, membenarkan kejadian yang ramai diperbincangkan tersebut. Ia mengatakan, peristiwa berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB. Keterangan itu disampaikannya ketika ditemui pada Selasa (3/11/2026).
“Benar, memang video (persalinan) itu ada di toko ini. Peristiwanya hari Minggu kemarin, siang hari,” kata Husein.
Dikira Korban Kecelakaan, Ternyata Hendak Melahirkan
Husein menceritakan, kejadian bermula ketika dirinya sedang duduk santai di dalam toko sambil menunggu pelanggan. Situasi masih berjalan seperti biasa hingga seorang pria mendatanginya untuk menanyakan lokasi rumah sakit terdekat.
Pria tersebut sebelumnya sempat melintas di sekitar toko ke arah timur. Namun, tidak lama kemudian, ia kembali dengan tergesa-gesa untuk meminta informasi mengenai fasilitas kesehatan.
“Awalnya ada orang lewat arahnya ke timur, lalu balik lari ke toko tanya rumah sakit terdekat mana. Awalnya saya bingung, saya bilang RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar),” tuturnya.
Husein mengaku belum memahami kondisi yang sedang dialami perempuan tersebut. Ia sempat mengira pria itu menggendong seseorang yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas.
Dugaan tersebut berubah ketika ia melihat kondisi perempuan yang dibawa masuk. Bagian kepala bayi ternyata sudah mulai terlihat. Husein pun menyadari bahwa perempuan tersebut membutuhkan pertolongan persalinan segera.
“Tiba-tiba balik bawa anaknya digendong, saya pikir kecelakaan. Terus pas saya lihat kok sudah keluar kepalanya, ternyata orang mau lahiran,” ujar Husein.
Situasi yang semula hanya berupa permintaan informasi rumah sakit berubah menjadi keadaan darurat. Pegawai toko dan keluarga perempuan tersebut harus menghadapi proses persalinan yang berlangsung di tempat yang tidak dirancang sebagai fasilitas kesehatan.
Menurut Husein, kelahiran bayi terjadi dalam waktu relatif singkat. Sejak perempuan itu masuk ke dalam toko, proses persalinan hanya berlangsung sekitar 10 hingga 15 menit.
Dalam kondisi tersebut, pertolongan dilakukan oleh ayah dan suami perempuan yang bersangkutan. Husein menyebut bayi akhirnya lahir tanpa kendala yang terlihat saat proses persalinan berlangsung.
“Hanya dibantu ayah dan suaminya saja, tiba-tiba bayinya keluar juga tidak ada darah sama sekali,” tuturnya.
Ambulans Datang, Ibu dan Bayi Dibawa ke Rumah Sakit
Setelah bayi berhasil dilahirkan, pegawai toko lainnya menghubungi ambulans untuk meminta bantuan evakuasi. Langkah tersebut dilakukan agar ibu dan bayi segera memperoleh pemeriksaan serta perawatan medis setelah persalinan.
Tidak berselang lama, ambulans tiba di lokasi. Ibu bersama bayinya kemudian dibawa menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Setelah ambulans datang, mereka langsung dibawa ke rumah sakit terdekat sini. Setelah itu kami tidak tahu lagi kabarnya,” pungkas Husein.
Kejadian tersebut memperlihatkan bagaimana situasi darurat dapat muncul secara tiba-tiba di tengah aktivitas masyarakat. Toko yang biasanya menjadi tempat transaksi jual beli parfum mendadak menjadi lokasi persalinan ketika seorang ibu tidak sempat mencapai fasilitas kesehatan.
Video yang beredar di media sosial membuat peristiwa itu mendapat perhatian warganet. Namun, di balik rekaman yang menyita perhatian tersebut, kondisi kesehatan ibu dan bayi tetap menjadi hal utama yang perlu diperhatikan.
Persalinan merupakan proses medis yang dapat disertai risiko bagi ibu maupun bayi. Karena itu, pertolongan tenaga kesehatan dan pemeriksaan setelah kelahiran tetap diperlukan, termasuk ketika bayi telah lahir dalam kondisi yang tampak baik.
Hingga Husein memberikan keterangan pada Selasa (3/11/2026), pihak toko mengaku belum mengetahui perkembangan kondisi ibu dan bayi setelah keduanya dibawa ke rumah sakit. Informasi mengenai kondisi kesehatan mereka setelah mendapatkan penanganan medis juga belum disampaikan dalam keterangan tersebut.






