Wabup Blitar Mundur di Tengah Isu Retak dengan Bupati

INDONESIAONLINE – Keinginan Rahmat Santoso untuk mundur dari jabatan wakil bupati Blitar selangkah lagi bakal terealisasi. Terkini dilaporkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar menggelar rapat paripurna dengan agenda Pengumuman Usulan Pemberhentian Wakil Bupati Blitar masa jabatan 2021-2024, Senin (04/09/2023) di Graha Paripurna Kabupaten Blitar.

Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito yang didampingi Wakil Ketua DPRD Muhammad Rifa’i, Wakil Ketua Mujib dan Wakil Ketua  Susi Narulita. Hadir dalam agenda ini  Bupati Blitar Rini Syarifah, Forkopimda Kabupaten Blitar, Sekda Kabupaten Blitar Izul Marom, kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Blitar dan anggota DPRD Kabupaten Blitar.

Dalam rapat paripurna ini, DPRD Kabupaten Blitar mengusulkan pemberhentian Rahmat Santoso sebagai wakil bupati (wabup)  masa jabatan 2021-2024. Rahmat Santoso diberhentikan dengan hormat. Paripurna ini menindaklanjuti surat pengunduran diri Rahmat Santoso sebagai wakil bupati Blitar periode 2021-2024. Surat tersebut dikirimkan Rahmat Santoso  pada 19 Agustus 2023.

“Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan oleh Banmus, maka DPRD Kabupaten Blitar hari ini menggelar paripurna dengan agenda Pengumuman Usulan Pemberhentian Wakil Bupati Blitar masa jabatan 2021-2024,” kata Suwito.

Suwito menambahkan, sesuai ketentuan Pasal 79 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Gahun 2014 tentang pemerintah daerah, pemberhentian Wakil Kepala Daerah dikarenakan permintaan sendiri diumumkan oleh pimpinan DPRD dalam paripurna dan diusulkan kepada menteri dalam negeri melalui gubernur untuk mendapatkan penetapan pemberhentian.

“Melalui rapat paripurna ini, atas nama pimpinan DPRD Kabupaten Blitar mengumumkan bahwa DPRD Kabupaten Blitar mengusulkan pemberhentian dengan hormat Rahmat Santoso sebagai wakil bupati (Wabup) Blitar masa jabatan 2021-2024,” ucapnya.

Lebih lanjut Suwito  menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi Rahmat Santoso selama menjabat wakil bupati dan ikut serta dalam membangun Kabupaten Blitar. “Atas nama pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Blitar, kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso dalam membangun Kabupaten Blitar,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, santer beredar isu Rahmat akan mundur dari jabatan wabup Blitar karena keretakan hubungannya dengan Bupati Blitar Rini Syarifah. Belakangan dua pemimpin Kabupaten Blitar itu sudah sangat jarang tampil bersama. Rahmat juga tidak hadir dalam Pisowanan Agung peringatan Hari Jadi Ke-699 Blitar di Pendapa Agung Ronggo Hadi Negoro pada 5 Agustus 2023.

“Saya mau nyaleg DPR RI dari dapil Lamongan -Tuban – Bojonegoro. Saya nyaleg karena itu adalah perintah dari kiai saya, ketua umum dan gus-gus saya. Jadi, jangan dikaitkan-kaitkan dong,” kata Rahmat Santoso.

Benar atau tidak terkait isu keretakan hubungannya dengan Bupati Rini Syarifah, jelang mundur dari jabatannya, Rahmat secara terang-terangan mengungkapkan kekecewaannya atas kinerja oknum pejabat Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Sekretariat Pemkab Blitar yang diduga melakukan pungli.

Meski menepis hubungannya baik-baik saja dengan bupati apa yang diungkapkan Rahmat ini jelas merupakan tamparan keras bagi Pemkab Blitar. “Saya tidak pernah kecewa dengan Pemkab Blitar, hanya kepada oknum pejabat Bagian Layanan Pengadaan (BLP) saja yang saya kecewa. Dan saya minta ke Mbak Rini (Bupati Blitar) agar oknum itu dijadikan Kepala PAUD atau kepala apa gitu lo,” ungkapnya. (ar/hel)