Viral Abu Janda Maki Ikrar Nusa Bhakti dan Feri Amsari di Talkshow TV, Berujung Diusir dari Acara

Viral Abu Janda Maki Ikrar Nusa Bhakti dan Feri Amsari di Talkshow TV, Berujung Diusir dari Acara
Momen Abu Janda (kanan) berdebat panas dengan Ikrar Nusa Bhakti di acara talkshow sebuah televisi. (youtube)

INDONESIAONLINE – Pegiat media sosial Permadi Arya atau yang dikenal sebagai Abu Janda menjadi sorotan setelah videonya berdebat panas dalam sebuah program talkshow televisi viral di media sosial. Dalam tayangan tersebut, Abu Janda terlibat adu argumen dengan narasumber lain hingga melontarkan kata-kata kasar dan akhirnya diminta meninggalkan forum diskusi.

Peristiwa itu terjadi dalam program Rakyat Bersatu yang ditayangkan di iNews TV pada Selasa (10/3/2026) malam. Dalam acara tersebut, Abu Janda hadir bersama pakar hukum tata negara Feri Amsari serta mantan Duta Besar RI untuk Tunisia Ikrar Nusa Bhakti sebagai narasumber.

Perdebatan bermula ketika diskusi membahas konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, Iran, dan Palestina. Dalam pandangannya, Abu Janda menilai sentimen anti-Amerika yang berkembang di Indonesia sering tidak didasarkan pada pemahaman sejarah yang utuh.

Abu Janda kemudian menyinggung peran Amerika Serikat dalam proses kemerdekaan Indonesia, terutama dalam menekan Belanda agar meninggalkan Indonesia setelah Perang Dunia II.

Pernyataan tersebut kemudian ditanggapi oleh Ikrar Nusa Bhakti yang mencoba menjelaskan perspektif sejarah lain terkait keterlibatan Amerika Serikat dalam proses diplomasi menuju kemerdekaan Indonesia, termasuk pada masa Konferensi Meja Bundar.
Saat Ikrar mulai memaparkan penjelasannya, Abu Janda beberapa kali memotong pembicaraan.

Ikrar kemudian menyarankan agar diskusi merujuk pada sumber sejarah. Salah satunya buku Nationalism and Revolution in Indonesia karya George McTurnan Kahin yang membahas peran Amerika dalam dinamika politik Indonesia saat itu.

Menurut Ikrar, campur tangan Amerika tidak lepas dari kekhawatiran negara tersebut terhadap potensi berkembangnya komunisme di Indonesia pada masa itu. Ia juga mengingatkan agar Amerika Serikat tidak selalu dipandang sebagai pihak yang sepenuhnya berpihak kepada Indonesia.

“Oh iya ini Anda juga baca sejarah dong. Coba baca buku Nationalism and Revolution in Indonesia karya George McTurnan Kahin,” ujar Ikrar. “Di situ dijelaskan mengapa Amerika turun tangan. Karena ketakutan Amerika bahwa Indonesia akan jatuh ke tangan komunis,” lanjutnya.

Namun suasana diskusi semakin memanas ketika Abu Janda kembali memotong pembicaraan dan melontarkan kata-kata kasar kepada narasumber lain. Moderator acara, Aiman Witjaksono, sempat menegur pernyataan tersebut.

Perdebatan juga terjadi antara Abu Janda dan Feri Amsari. Feri menyoroti keputusan Presiden Prabowo Subianto yang bergabung dalam Board of Peace (BOP) yang digagas oleh  Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Menurut Feri, langkah tersebut menimbulkan pertanyaan dari sisi etika karena organisasi itu juga melibatkan pihak Israel. Ia juga menyinggung konflik Israel–Palestina yang telah menimbulkan banyak korban sipil.

Feri kemudian mengingatkan hubungan historis antara Indonesia dan Palestina. Ia menyebut Palestina sebagai salah satu pihak yang lebih awal memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia.

Pernyataan itu langsung ditanggapi oleh Abu Janda yang menolak anggapan bahwa Indonesia memiliki utang sejarah terhadap Palestina. Perdebatan pun semakin memanas.

Potongan video perdebatan tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu beragam komentar dari warganet. Banyak pengguna media sosial menyoroti gaya debat para narasumber dalam forum tersebut.

Sebagai informasi, Abu Janda memiliki nama lengkap Heddy Setya Permadi. Ia lahir di Cianjur pada 14 Desember 1973 dan dikenal sebagai pegiat media sosial serta aktivis yang kerap menyuarakan isu kebebasan beragama. Sejak 2023, ia juga diketahui menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto menjelang Pemilihan Presiden 2024.