Otorita IKN Gaet Tiga Investor Baru, Proyek Rp 1,27 Triliun Dimulai 2026

Otorita IKN Gaet Tiga Investor Baru, Proyek Rp 1,27 Triliun Dimulai 2026
Pengunjung berfoto di IKN dengan latar gedung berarsitektur indah yang baru dibangun. (ikn.id)

INDONESIAONLINE – Minat investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, kembali menunjukkan tren positif dengan masuknya tiga investor baru.

Otorita IKN resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Hauptstadt Indonesia Borneo, PT Starbright International Investment, dan PT Oceans Resto Nusantara dengan total estimasi investasi mencapai Rp 1,27 triliun.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan kawasan hunian sekaligus fasilitas penunjang aktivitas perkotaan. Proyek yang akan dibangun meliputi apartemen, perkantoran, restoran, kafetaria, hingga pusat olahraga.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan para investor yang terus berkomitmen mendukung pembangunan Nusantara sebagai kota masa depan. Ia menilai keterlibatan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam membentuk ekosistem perkotaan yang berkelanjutan.

Basuki juga menegaskan bahwa saat ini IKN masih membutuhkan investasi di berbagai sektor, khususnya perhotelan, logistik, dan kuliner. Menurut dia, kehadiran berbagai fasilitas tersebut akan memperkuat daya tarik kawasan.

“Saya berterima kasih atas kepercayaan dari bapak ibu sekalian untuk membangun investasi di IKN. Kami sampaikan bahwa di sini kami masih membutuhkan sektor perhotelan, termasuk logistik atau restoran,” ujarnya dalam keterangan tertulis,

Basuki optimistis kawasan IKN akan semakin ramai seiring pembangunan sejumlah fasilitas strategis, termasuk kawasan yudikatif dan legislatif. Selain itu, beroperasinya SMA Taruna Nusantara pada tahun ini diyakini akan menambah aktivitas di wilayah tersebut hingga beberapa tahun ke depan.

Dalam kesempatan yang sama, Otorita IKN juga melakukan penandatanganan adendum kerja sama dengan PT Balikpapan Ready Mix dan PT Citadel Group Indonesia. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 185/PUU-XXII/2024.

Otorita IKN menegaskan komitmennya untuk memberikan kemudahan bagi investor, termasuk dalam hal perizinan usaha. Basuki memastikan proses perizinan, termasuk izin mendirikan bangunan, akan dipercepat guna mendukung realisasi investasi.

Menurut dia, kondisi saat ini merupakan momentum yang tepat bagi pelaku usaha untuk masuk dan mengembangkan bisnis di Nusantara, mengingat peluang yang masih terbuka luas di berbagai sektor.

Salah satu investor, PT Starbright International Investment, yang berafiliasi dengan Zhongda Jiancheng Engineering Management Group Co Ltd berencana mengembangkan apartemen suite, area ritel, restoran, serta kawasan perkantoran. Proyek tersebut dijadwalkan mulai dibangun pada kuartal II tahun 2027.

Sementara itu, PT Hauptstadt Indonesia Borneo akan menghadirkan kafe dengan konsep unik menyerupai pesawat terbang yang mengusung konsep lounge dan mini sport. Pembangunannya direncanakan dimulai pada kuartal III-2026.

Adapun PT Oceans Resto Nusantara akan mengembangkan restoran seafood di kawasan IKN, dengan tahap perencanaan dimulai pada kuartal II-2026.

Direktur Utama PT Starbright International Investment Lu Keming turut menyampaikan optimismenya terhadap prospek IKN. Ia menilai Nusantara memiliki potensi besar sebagai destinasi investasi global dan berkomitmen untuk menarik lebih banyak investor ke kawasan tersebut.

Penandatanganan kerja sama ini menjadi sinyal positif bagi dunia usaha bahwa IKN semakin menarik sebagai tujuan investasi. Dengan dukungan pemerintah melalui kemudahan perizinan, transparansi, serta kepastian hukum, pembangunan Nusantara diharapkan terus berkembang dan membuka peluang bisnis di berbagai sektor strategis. (rds/hel)