Minyakita Bantuan PBP Wonogiri Bau Minyak Tanah, Bantuan Diganti

Minyakita yang jadi bagian dari Program Bantuan Pangan di Kelurahan Gesing, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah berbau minyak tanah dan solar (Ist)

Minyakita paket bantuan PBP Wonogiri bau minyak tanah. Bulog tarik Minyakita untuk 1.203 KPM dan mengganti seluruhnya dalam 2 hari.

INDONESIAONLINE – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Gesing, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, dikejutkan dengan kualitas minyak goreng merek Minyakita yang diterima dalam paket program Bantuan Pangan (PBP). Minyak tersebut diketahui berbau seperti minyak tanah hingga solar setelah diolah, serta memiliki warna yang lebih pekat dibandingkan produk Minyakita yang beredar di pasaran.

Paket bantuan tersebut didistribusikan secara serentak kepada 1.203 KPM di wilayah tersebut pada Senin (8/6/2026). Minyak goreng yang diproduksi oleh PT Kusuma Mukti Remaja Karanganyar itu disalurkan bersamaan dengan bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) melalui mekanisme penyaluran langsung dari Bulog Kantor Cabang Surakarta.

Keluhan pertama muncul sekitar tiga hari sebelum Jumat (19/6/2026), saat sejumlah warga mulai mengolah minyak tersebut untuk keperluan masak harian. Lurah Gesing, Jamari, mengatakan pihaknya menerima laporan dari enam warga melalui pesan WhatsApp terkait anomali pada minyak bantuan tersebut.

“Iya benar memang dari warga kami, sekitar enam orang yang menyampaikan keluhan lewat WA (WhatsApp) ke kami sekitar tiga harian yang lalu,” ujar Jamari saat dihubungi, Jumat (19/6/2026).

Warga Keluhkan Bau Minyak Tanah Usai Masak

Jamari menjelaskan, minyak tersebut tidak mengeluarkan bau menyengat saat kemasan masih tertutup rapat. Namun, aroma tak sedap mulai tercium setelah minyak dipanaskan untuk memasak. Hasil masakan yang dihasilkan pun memiliki rasa dan aroma yang menyerupai minyak tanah atau solar, sehingga warga enggan mengonsumsinya lebih lanjut.

“Intinya minyak itu sebenarnya sebelum dibuka itu tidak ada baunya, sebelum dibuka ya. Tapi setelah dibuka, terus dimasak, itu hasil masakannya itu agak aneh itu rasanya. Jadi kayak-kayak ada minyak tanah atau minyak solar itu lho rasanya itu,” jelasnya.

Selain masalah aroma, warga juga mengeluhkan warna minyak yang tidak bening seperti produk Minyakita yang biasa mereka beli di pasar tradisional maupun minimarket. “Ya memang leres (betul). Jadi tidak terlalu bening gitu. Tidak terlalu bening. Kalau yang saat ini di didistribusikan sebagai penggantinya itu memang bening,” kata Jamari.

Sejumlah warga sempat mengonsumsi masakan yang diolah menggunakan minyak bermasalah tersebut, namun jumlahnya sangat terbatas. Sebagian besar warga langsung menghentikan penggunaan minyak setelah mendapat informasi terkait keluhan dari tetangga sekitar.

“Mungkin yang ngonsumsi itu ada tapi belum banyak. Karena ya itu tadi, ada info terus mungkin terus hati-hati dari masyarakat itu. Jadi tidak ada yang mengonsumsi, tidak ada yang memanfaatkan untuk menggoreng, memasak (lagi),” tegas Jamari.

Pengecekan langsung dilakukan oleh tim Bulog bersama Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kismantoro pada Kamis (18/6/2026). Hasil pengecekan memastikan minyak tersebut tidak memenuhi standar mutu yang ditetapkan, sehingga pihak penyedia sepakat untuk menarik seluruh paket dan menggantinya dengan produk yang layak konsumsi.

Bulog Pastikan Penggantian Tuntas dalam Dua Hari

Camat Kismantoro, Sularto, membenarkan seluruh paket minyak bermasalah telah ditarik dan diganti dengan produk baru mulai Jumat (19/6/2026). Pendistribusian pengganti dilakukan melalui balai desa masing-masing wilayah untuk memudahkan warga mengambil paket baru sekaligus menyerahkan minyak lama.

“Betul semua hari ini sudah diganti. Semua sudah ditarik kembali. Terus hari ini sudah dropping ke titik-titik balai desa. Sebagian sudah disalurkan hari ini ke KPM, sesuai jadwalnya desa masing-masing,” ujar Sularto.

Proses penggantian ditargetkan tuntas dalam dua hari, mengingat jumlah KPM yang mencapai 1.203 keluarga tersebar di berbagai dusun di Kelurahan Gesing. “Malam barang sudah terkirim sampai di kecamatan. Pagi tadi langsung menuju desa masing-masing. Hari ini sebagian desa juga sudah menyalurkan kepada KPM-nya. Mungkin sebagian ya besok, mergo (karena) akeh (banyak) KPM-e,” tambahnya.

Pemimpin Cabang Bulog Surakarta, Nanang Harianto, menegaskan pihaknya bergerak cepat begitu menerima laporan dari warga. Seluruh minyak yang sudah disalurkan ditarik dan diganti dengan produk yang telah melalui uji mutu ulang untuk memastikan tidak ada cacat produksi lagi.

“Begitu menerima aduan dari Penerima Bantuan Pangan, kami langsung menurunkan tim ke lokasi hari itu juga untuk melakukan pengecekan secara langsung. Kami pastikan seluruh minyak goreng yang sudah tersalur di desa tersebut langsung ditarik dan kami ganti dengan minyak goreng yang bermutu prima saat itu juga,” ujar Nanang melalui keterangan tertulis.

Nanang menambahkan, insiden ini tidak akan mengganggu jadwal penyaluran bantuan pangan lainnya di wilayah kerja Bulog Surakarta. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan produsen PT Kusuma Mukti Remaja Karanganyar untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang pada pengiriman minyak goreng bantuan berikutnya.

Hingga berita ini diturunkan, seluruh KPM di Kelurahan Gesing telah menerima paket minyak goreng pengganti, sementara minyak bermasalah dikembalikan ke pabrik produsen untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.