Rudy Mas’ud Perkuat Sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk Lindungi Pekerja Kaltim

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menerima audiensi BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Kalimantan di Kantor Gubernur Kaltim. (ist)

INDONESIAONLINE – Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud (Harum) menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk terus memperkuat kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja di Benua Etam.

Komitmen tersebut disampaikan Rudy saat menerima audiensi Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Kalimantan Faizal Rachman beserta jajaran di ruang rapat lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (23/6/2026).

Dalam pertemuan itu, Rudy menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang selama ini telah terjalin antara Pemprov Kaltim dan BPJS Ketenagakerjaan. “Terima kasih atas kemitraan yang telah terjalin dengan baik selama ini. Ke depan, kita perlu semakin meningkatkan sinergi dan kolaborasi untuk menyejahterakan masyarakat Kalimantan Timur melalui perlindungan bagi para pekerja,” ujarnya.

Menurut Rudy, perlindungan ketenagakerjaan menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi pekerja di berbagai sektor yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Ia mengungkapkan, Pemprov Kaltim siap mendukung berbagai program BPJS Ketenagakerjaan melalui kerja sama lintas perangkat daerah guna memperluas cakupan perlindungan bagi pekerja. “Kami siap memberikan dukungan kepada BPJS Ketenagakerjaan melalui kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama (PKS) yang melibatkan tiga perangkat daerah, yaitu Disnakertrans, DPPKUKM, dan Biro Kesra,” katanya.

Rudy menjelaskan, kerja sama tersebut mencakup peningkatan universal coverage Jamsostek (UCJ), perlindungan pekerja pada ekosistem perindustrian, perdagangan, koperasi dan UMKM, hingga perlindungan bagi penerima manfaat program Jospol seperti ustaz, ustazah, guru agama, dan penjaga rumah ibadah.

“Kerja sama ini mencakup peningkatan UCJ, perlindungan pekerja pada ekosistem perindustrian, perdagangan, koperasi, dan UMKM, serta perlindungan bagi penerima program Jospol seperti ustaz, ustazah, guru agama, dan penjaga rumah ibadah. Namun, kami juga memerlukan dukungan agar Pemprov Kaltim dapat memberikan kontribusi secara optimal,” tegasnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemprov Kaltim berharap semakin banyak pekerja yang mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan sehingga mampu meningkatkan rasa aman dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur. (ra/hel)