INDONESIAONLINE – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan dukungannya terhadap usulan penetapan budayawan sekaligus sastrawan Sutan Takdir Alisjahbana (STA) sebagai pahlawan nasional. Menurut dia, kontribusi STA sangat besar dalam membangun bahasa Indonesia menjadi bahasa modern sekaligus bahasa persatuan bangsa.
Gus Ipul mengatakan, perjuangan para tokoh bangsa tidak selalu dilakukan melalui medan perang. Ada pula sosok yang mengisi kemerdekaan melalui pengembangan pendidikan, kebudayaan, dan bahasa Indonesia.
Ia menilai rekam jejak STA menunjukkan dedikasi luar biasa bagi perkembangan bangsa. Sutan Takdir Alisjahbana dikenal sebagai penyusun tata bahasa Indonesia pertama pada masa pendudukan Jepang, pelopor Angkatan Pujangga Baru melalui karya sastra dan polemik kebudayaan, serta pendiri Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK).
Menurut Gus Ipul, salah satu warisan terbesar STA adalah upayanya mengembangkan bahasa Indonesia agar mampu menjadi bahasa modern yang digunakan secara luas oleh masyarakat Indonesia.
Ia menambahkan, peran STA tidak hanya sebatas menggunakan bahasa Indonesia dalam karya-karyanya, tetapi juga mempersiapkan bahasa tersebut agar mampu berfungsi sebagai bahasa persatuan, bahasa pendidikan, dan bahasa ilmu pengetahuan.
Karena itu, Gus Ipul berharap pengusulan STA sebagai Pahlawan Nasional dapat berjalan lancar hingga akhirnya ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Bahasa yang saat ini digunakan di mana pun dan semua dirumuskan melalui perjuangan panjang, salah satunya melalui tenaga dan buah pikir Sutan Takdir Alisjahbana,” ucap dia.
Mensos juga menyebut Presiden Prabowo telah membuka ruang untuk mengusulkan tokoh-tokoh yang selama ini belum banyak mendapat perhatian sebagai calon pahlawan nasional. Menurutn dia, Sutan Takdir Alisjahbana merupakan salah satu figur yang layak memperoleh penghargaan tersebut atas jasa besarnya bagi perkembangan bahasa, pendidikan, dan kebudayaan Indonesia. (rds/hel)













