Tiga Pejabat Baru UIN Malang Dilantik, Diminta Utamakan Profesionalisme dan Pelayanan

Tiga pejabat UIN Maliki Malang saat menjalani prosesi pelantikan. (ist)

INDONESIAONLINE – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang melakukan penyegaran dalam struktur tata kelola organisasi dengan melantik tiga pejabat baru pada Senin (24/8/2026). Pelantikan dilakukan Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Malang Dr H Muhtar Hazawawi MAg.

Pejabat yang dilantik pertama adalah Faridah Abubakar M. SAg. Sebelumnya Farida menjabat kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Ia kini dipercaya menduduki posisi kepala Bagian Umum Biro AUPK.

Selanjutnya, Hilmy SH yang sebelumnya menjabat kepala Tata Usaha Fakultas Ekonomi. Dia kini dilantik sebagai kepala Bagian Tata Usaha FST. Sementara, Syaiful Anam SAp, yang sebelumnya menjabat kepala Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga, mendapat amanah sebagai kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Ekonomi.

Prosesi pelantikan berlangsung di lobi Gedung Rektorat lantai 1 UIN Malang. Kegiatan tersebut turut dihadiri wakil rektor III, para dekan, kepala Biro AAKK, ketua Satuan Pengawasan Internal (SPI), serta pimpinan lembaga dan unit pelaksana teknis (UPT) di lingkungan UIN Malang.

Dalam sambutannya, Dr. Muhtar Hazawawi menyampaikan ucapan selamat kepada ketiga pejabat yang baru dilantik. Ia mengingatkan bahwa jabatan yang diberikan merupakan amanah yang harus dijalankan secara bertanggung jawab, berintegritas, dan memberikan manfaat bagi institusi maupun masyarakat.

Menurut Muhtar, seorang pejabat tidak hanya mempertanggungjawabkan tugasnya kepada pemerintah dan masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT. Karena itu, jabatan tidak semestinya dipandang sebatas kedudukan struktural, melainkan sebagai kesempatan untuk memberikan kontribusi dan pengabdian terbaik.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap jabatan memiliki masa akhir. Oleh sebab itu, selama memperoleh kesempatan untuk mengemban amanah, para pejabat diminta memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya melalui kinerja dan pengabdian yang positif.

Muhtar menekankan pentingnya menjadikan regulasi sebagai acuan dalam melaksanakan setiap tugas. Kepatuhan terhadap aturan perlu berjalan bersama dengan akhlakul karimah dan tekad memberikan pelayanan yang optimal.

“Jabatan itu sementara. Karena itu, selagi diberi kesempatan, lakukan yang terbaik. Jadikan pekerjaan sebagai bagian dari amal saleh dan aktualisasi diri,” pesannya.

Selain kepatuhan terhadap aturan, ia juga menyoroti sejumlah nilai yang harus menjadi dasar pelayanan aparatur sipil negara (ASN), antara lain profesionalisme, akuntabilitas, kompetensi, dan integritas. Nilai-nilai tersebut diharapkan diterapkan dalam setiap bentuk pelayanan kepada sivitas akademika. Kebijakan maupun layanan yang diberikan harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat.

Muhtar juga mengingatkan para pejabat baru mengenai pentingnya membangun kolaborasi. Menurut dia, pencapaian tujuan organisasi tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri sehingga komunikasi dan kerja sama antarunsur di lingkungan kampus perlu terus diperkuat.

Pada bagian akhir arahannya, Muhtar meminta para pejabat yang baru dilantik untuk senantiasa menjaga integritas, etika, serta kerahasiaan dalam menjalankan tugas. Amanah baru tersebut diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja sekaligus memperkuat mutu pelayanan di lingkungan UIN Malang.

Pelantikan tiga pejabat tersebut menjadi salah satu langkah UIN Malang dalam memperkuat tata kelola kelembagaan. Selain itu, langkah tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan memastikan seluruh unsur organisasi bekerja secara profesional demi kemajuan universitas. (hsa/hel)