Pesawat Garuda Jakarta-Makassar Pecah Ban, 156 Penumpang Selamat

INDONESIAONLINE  – Pesawat Garuda Indonesia GA604 yang melayani penerbangan Jakarta-Makassar mengalami gangguan teknis berupa pecah ban salah satu roda utama saat masih dalam perjalanan dari Jakarta, Kamis 3 September 2026.

Meski mengalami kendala tersebut, pesawat yang menggunakan Boeing 737-800 (B738) itu berhasil mendarat dengan aman di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Seluruh penumpang dan awak pesawat dilaporkan dalam kondisi selamat.

Pgs General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Lukman Mardian, mengatakan pihak bandara langsung mengambil langkah antisipasi setelah menerima informasi dari Tower AirNav Indonesia. “Begitu menerima informasi dari Tower AirNav Indonesia, kami langsung melakukan koordinasi dan menyiagakan seluruh unsur yang diperlukan untuk memastikan kesiapan kedatangan pesawat,” kata Lukman, Kamis (3/9).

Informasi mengenai kondisi pesawat diterima pihak bandara sekitar pukul 07.00 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, berbagai unsur operasional kemudian disiapkan untuk mengantisipasi pendaratan.

Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) turut dikerahkan dengan sejumlah kendaraan pendukung, termasuk kendaraan F1, F2, dan Nurse Tender. Koordinasi juga dilakukan dengan AirNav Indonesia, SAR, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK), serta Base Rescue Lanud.

Sebelum mendarat, GA604 sempat melakukan go around atau fly pass. Pesawat kemudian berhasil melakukan pendaratan dengan aman di runway 03 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada pukul 09.13 WITA.

Setelah pesawat berhenti, petugas segera melakukan penanganan dan memastikan kondisi penumpang serta awak pesawat. Sebanyak 156 penumpang kemudian dipindahkan menuju terminal menggunakan empat unit bus.
Pemindahan penumpang berlangsung dengan aman dan tertib.

“Alhamdulillah, GA604 dapat mendarat dengan baik. Seluruh penumpang dan awak dalam kondisi aman,” ujar Lukman.

Sebagai bagian dari prosedur keselamatan, runway 03-21 ditutup sementara melalui Notice to Airmen (NOTAM) mulai pukul 09.30 hingga 10.30 WITA. Penutupan dilakukan setelah pesawat dipindahkan ke parking stand di area apron untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan teknis. Tim teknik landasan juga mengecek kondisi runway untuk memastikan keamanan sebelum kembali digunakan.

Runway 03-21 akhirnya kembali dibuka pada pukul 10.30 WITA dan dapat digunakan untuk melayani operasional penerbangan seperti biasa.

Lukman mengatakan, seluruh penanganan insiden hingga landasan kembali beroperasi berjalan secara terkoordinasi. (rds/hel)