Tak Sekadar Sains, FST UIN Malang Ajak Sivitas Akademika Renungkan Kebesaran Allah lewat Fisika Kuantum

Poster Forsiasa yang menghadirkan Rektor UIN Prof Dr Hj Ilfi Nur Diana MSi untuk memberikan opening speech. (ist)

INDONESIAONLINE – Fisika kuantum yang dikenal sebagai salah satu cabang sains modern tak hanya membuka ruang untuk memahami materi dan energi. Di Fakultas Sains dan Teknologi (FST)  UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, pembahasan tentang dunia partikel juga menjadi pintu masuk untuk merenungkan kebesaran Allah SWT.

Perspektif tersebut mengemuka dalam kegiatan Forsiasa (Forum Silaturahmi Akademisi Saintek) yang dirangkai dengan khotmil Qur’an di Auditorium Utara Gedung BJ Habibie lantai 4 pada 25 September 2026. Mengangkat tema “Dari Partikel Menuju Perenungan: Fisika Kuantum dan Spiritualitas”, forum tersebut menjadi ruang dialog yang mempertemukan perkembangan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai spiritualitas Islam.

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Dr Hj Ilfi Nur Diana MSi hadir memberikan opening speech. Sementara, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Dr Agus Mulyono MKes menjadi narasumber utama. Diskusi dipandu Ahmad Luthfin MSi, dosen Program Studi Fisika, sebagai moderator.

Dalam forum tersebut, fisika kuantum dibahas sebagai bagian dari perkembangan sains modern yang menghadirkan berbagai pertanyaan mendasar tentang materi, energi, realitas, serta cara manusia memahami alam semesta.

Bagi lingkungan perguruan tinggi Islam, pembahasan tersebut sekaligus membuka ruang untuk memperluas perspektif akademik. Pengembangan ilmu tidak hanya diarahkan pada pemahaman fenomena alam, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses perenungan terhadap kebesaran Allah SWT.

Kegiatan Forsiasa  tidak berhenti pada diskusi ilmiah. Agenda tersebut juga dilengkapi dengan khotmil Qur’an dan munajat doa bersama. Perpaduan kegiatan akademik dan keagamaan itu menghadirkan ruang yang mempertemukan tradisi intelektual dengan spiritualitas dalam kehidupan sivitas akademika.

Sejumlah pimpinan dan sivitas akademika UIN Malang turut hadir. Di antaranya para wakil rektor, para dekan, tenaga pendidik, serta sivitas akademika lainnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperkuat posisi Forsiasa sebagai forum silaturahmi sekaligus ruang untuk memperkaya wawasan ilmiah dan religius di lingkungan kampus.

Melalui Forsiasa dan khotmil Qur’an, FST UIN Malang terus mendorong terbentuknya ruang akademik yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memberi tempat bagi refleksi spiritual.

Semangat tersebut sejalan dengan karakter pendidikan UIN Malang yang menempatkan pengembangan ilmu pengetahuan dalam keterhubungan dengan nilai-nilai keislaman.

Forsiasa pun menjadi ruang silaturahmi, refleksi, sekaligus penguatan spiritualitas akademik. Melalui dialog antara sains dan perenungan, sivitas akademika diajak melihat ilmu pengetahuan sebagai bagian dari perjalanan intelektual sekaligus ikhtiar memahami tanda-tanda kebesaran-Nya. (ars/hel)