INDONESIAONLINE – Persaingan di jajaran konglomerat terkaya Indonesia mengalami perubahan pada November 2026. Pemilik Grup Djarum, Robert Budi Hartono, kembali menduduki peringkat pertama dengan total kekayaan mencapai US$12,2 miliar atau sekitar Rp221,76 triliun.
Berdasarkan data The Real-Time Billionaires Forbes per November 2026, terjadi pergeseran posisi di antara tiga orang terkaya di Tanah Air. Robert Budi Hartono berhasil mengungguli Prajogo Pangestu dan Low Tuck Kwong.
Prajogo Pangestu, pemilik Barito Group, berada di urutan kedua dengan kekayaan US$10,4 miliar atau setara Rp189,04 triliun. Sementara itu, pengusaha batu bara Low Tuck Kwong menempati posisi ketiga dengan kekayaan US$9,8 miliar atau sekitar Rp178,13 triliun.
Kekayaan para konglomerat tersebut berasal dari berbagai sektor bisnis. Mulai dari pertambangan, perbankan, petrokimia, energi, industri pangan, hingga pengelolaan pusat data.
Berikut daftar 10 orang terkaya di Indonesia berdasarkan data Forbes Real-Time Billionaires November 2026:
1\. Robert Budi Hartono
Robert Budi Hartono kembali menjadi orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan US$12,2 miliar atau sekitar Rp221,76 triliun. Dalam pembaruan terbaru, kekayaannya tercatat meningkat sekitar US$40 juta.
Sumber kekayaan Robert berasal dari sektor perbankan dan industri rokok melalui BCA serta Grup Djarum.
2\. Prajogo Pangestu
Prajogo Pangestu menempati posisi kedua dengan kekayaan mencapai US$10,4 miliar atau setara Rp189,04 triliun. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sekitar US$228 juta dalam pembaruan terbaru.
Kekayaannya bersumber dari bisnis petrokimia dan energi melalui Barito Group.
3\. Low Tuck Kwong
Pengusaha sektor batu bara dan energi ini berada di peringkat ketiga dengan kekayaan US$9,8 miliar atau sekitar Rp178,13 triliun. Berbeda dengan dua orang di atasnya, kekayaan Low Tuck Kwong mengalami penurunan sekitar US$112 juta.
Bisnis pertambangan batu bara melalui Bayan Resources menjadi sumber utama kekayaannya.
4\. Anthoni Salim
Anthoni Salim menduduki posisi keempat dengan total kekayaan US$9,1 miliar atau setara Rp165,41 triliun. Kekayaannya bertambah sekitar US$14 juta berdasarkan pembaruan terbaru.
Melalui Salim Group, Anthoni mengembangkan bisnis di berbagai sektor, mulai dari pangan, ritel, telekomunikasi, hingga infrastruktur.
5\. Tahir dan Keluarga
Tahir bersama keluarganya menempati urutan kelima dengan total kekayaan US$9 miliar atau sekitar Rp163,59 triliun. Dalam pembaruan terbaru, kekayaan mereka tercatat berkurang sekitar US$128 juta.
Sumber kekayaan keluarga ini berasal dari berbagai lini usaha di bawah Mayapada Group.
6\. Sri Prakash Lohia
Sri Prakash Lohia berada di peringkat keenam dengan kekayaan US$8,4 miliar atau setara Rp152,69 triliun. Kekayaannya mengalami peningkatan sekitar US$12 juta.
Ia membangun kekayaannya melalui bisnis petrokimia dan manufaktur yang berada di bawah Indorama Group.
7\. Otto Toto Sugiri
Pengusaha teknologi Otto Toto Sugiri menempati posisi ketujuh dengan kekayaan mencapai US$5,7 miliar atau sekitar Rp103,61 triliun.
Kekayaannya terutama berasal dari industri pusat data melalui perusahaan DCI Indonesia.
8\. Theodore Rachmat
Theodore Rachmat tercatat memiliki kekayaan US$4,4 miliar atau setara Rp79,98 triliun. Kekayaan pengusaha ini mengalami penurunan sekitar US$32 juta dalam pembaruan terbaru.
Sumber kekayaannya berasal dari sejumlah sektor, meliputi agrikultur, manufaktur, dan pertambangan melalui Triputra Group.
9\. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono
Lim Hariyanto Wijaya Sarwono berada di posisi kesembilan dengan kekayaan US$4,1 miliar. Kekayaannya dilaporkan bertambah sekitar US$9 juta berdasarkan pembaruan terbaru.
Bisnis perkebunan kelapa sawit dan pertambangan nikel menjadi sumber utama kekayaannya.
10\. Sukanto Tanoto
Melengkapi daftar 10 besar orang terkaya Indonesia adalah Sukanto Tanoto dengan total kekayaan US$4 miliar atau sekitar Rp72,71 triliun.
Ia merupakan pemilik kerajaan bisnis Royal Golden Eagle yang bergerak di bidang pulp dan kertas, perkebunan kelapa sawit, serta energi.
Daftar tersebut memperlihatkan dominasi pengusaha lintas sektor dalam jajaran orang terkaya Indonesia. Sektor energi, pertambangan, perbankan, dan industri pengolahan masih menjadi sumber utama akumulasi kekayaan para konglomerat tanah air. (rds/hel)







