Ali Olwan Cetak Sejarah Gol Perdana Yordania di Piala Dunia

Ali Olwan dari Yordania mencetak gol pertama timnya selama pertandingan Grup J Piala Dunia 2026 antara Austria dan Yordania di Stadion San Francisco Bay Area pada 16 Juni 2026 di Santa Clara, California.(Richard Heathcote)

Ali Olwan dinobatkan sebagai Man of the Match meski Yordania kalah 1-3 dari Austria. Ia cetak sejarah sebagai pencetak gol perdana Yordania di Piala Dunia.

INDONESIAONLINE – Stadion Santa Clara, Amerika Serikat, Rabu (17/6/2026) siang WIB, menyajikan momen bersejarah bagi sepak bola Asia Barat. Meski timnya harus mengakui keunggulan Austria dengan skor 3-1 pada laga perdana Grup J Piala Dunia 2026, penyerang Yordania, Ali Iyad Ali Olwan, justru keluar sebagai salah satu pahlawan. Pemain berusia 26 tahun itu terpilih sebagai Man of the Match berkat penampilan impresif yang memecahkan rekor sejarah bagi negaranya.

Menghadapi Austria yang difavoritkan, Yordania sebenarnya sempat dibuat tertinggal lebih dulu lewat gol Romano Schmid pada menit ke-21. Namun, di babak kedua, Ali Olwan melakukan tarian kaki yang memukau ribuan penonton.

Menerima umpan terobosan dari rekannya, Al Rawabdeh, Olwan berhasil memancing kiper Austria, Patrick Pentz sebelum melepaskan tendangan yang membentur tiang dan masuk ke pojok kiri gawang pada menit ke-50.

Gol tersebut bukan sekadar hiasan. Itu adalah gol pertama Yordania dalam sejarah kualifikasi dan putaran final Piala Dunia sepanjang masa. Keberhasilan ini menjadi puncak perjalanan panjang Olwan yang sebelumnya menjadi top skor Yordania di Kualifikasi Zona Asia dengan koleksi 9 gol, mengantarkan tim berjuluk Garuda Hitam itu lolos ke putaran final untuk kali pertama.

Statistik Gemilang di Tengah Kekalahan

Meski Yordania akhirnya kalah setelah Austria membalas lewat gol bunuh diri Yazan Al Arab (76′) dan penalti Marko Arnautovic (90+12′), performa Olwan di atas lapangan sulit untuk diabaikan. Mengutip data dari Fotmob, Olwan tampil sebagai pemain paling agresif di sisi sayap Yordania.

Selama 90 menit bermain penuh, pemain yang kini memperkuat klub Qatar, Al Sailiya, tersebut mencatatkan 49 kali sentuhan bola. Ia melepaskan empat tembakan dengan satu gol tercipta, menghasilkan akurasi tendangan mencapai 67 persen. Meskipun akurasi umpannya berada di angka 54 persen, kontribusinya tak hanya terlihat di serangan, tetapi juga pertahanan dengan mencatatkan satu kali intersep krusial.

Rating 7,7 yang ia raih menjadikannya pemain Yordania dengan nilai tertinggi kedua, hanya kalah tipis dari Al Rawabdeh yang memberikan assist dengan rating 7,9. Penampilan ini membuatnya layak menyandang gelar pemain terbaik di laga tersebut.

Taktik dan Adaptasi Posisi

Prestasi Olwan di laga ini menunjukkan fleksibilitas taktis yang dimiliki timnas Yordania. Pelatih Jamal Al Sellami harus memutar otak setelah kondisi cedera yang dialami Yazan Al Naimat. Al Sellami pun mempercayakan peran sebagai penyerang utama (number nine) kepada Olwan yang biasanya beroperasi di sayap.

Tugas berat itu dibayar lunas dengan gol yang memaksa Austria berada dalam tekanan di awal babak kedua. Sebelumnya, karier Olwan merangkak dari klub Malaysia, Selangor FC (2024-2025), lalu pindah ke Irak bersama Al Karma (2025-2026), sebelum akhirnya menemukan konsistensi di Qatar.

Kemenangan Austria di laga ini membuat persaingan Grup J semakin ketat, mengingat Argentina juga berpesta gol di laga lainnya. Namun, bagi Yordania, satu poin sudah terasa seperti kemenangan mengingat sejarah besar yang baru saja mereka ukir.

Yordania masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi klasemen. Pada laga selanjutnya, mereka akan menghadapi Aljazair pada Selasa (23/6/2026), disusul laga berat melawan juara bertahan Argentina pada (28/6/2026). Dengan performa Ali Olwan yang sedang “on fire”, bukan tidak mungkin Yordania akan kembali mencatat sejarah baru, yakni meraih poin atau bahkan kemenangan perdana mereka di panggung sepak bola tertinggi dunia.

Publik sepak bola kini menanti apakah Olwan bisa kembali menembus pertahanan ketat Aljazair, dan mungkin saja ia akan kembali membuat kejutan saat berhadapan dengan Lionel Messi dan kawan-kawan di akhir bulan ini.