Bikin Geger, Dua Mayat Membusuk Ditemukan di Atap Masjid

Bikin Geger, Dua Mayat Membusuk Ditemukan di Atap Masjid
Di atap Masjid Miftakhul Jannah, Desa Pengaradan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, inilah, dua mayat pria ditemukan. (ig)

INDONESIAONLINE – Penemuan dua jenazah pria dalam kondisi membusuk di atap Masjid Miftakhul Jannah, Desa Pengaradan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, menggegerkan warga. Kepolisian memastikan keduanya meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik.

Kasat Reskrim Polres Brebes AKP Farid Nur Aziz mengungkapkan, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka bakar pada tubuh korban yang diketahui bernama Iwan dan Bambang. Luka tersebut menjadi indikasi kuat penyebab kematian. “Dari hasil visum di rumah sakit, ditemukan luka bakar pada tubuh korban,” ujarnya,  (26/3/2026).

Ia menjelaskan, sumber luka bakar berasal dari sengatan listrik bertegangan tinggi. Di lokasi kejadian, tepatnya di bagian atap atau dak Masjid Miftakhul Jannah, terdapat kabel listrik terbuka yang masih dialiri arus. “Di atas dak masjid terdapat kabel bertegangan tinggi yang menjuntai. Diduga menjadi penyebab korban tersetrum,” jelasnya.

Dugaan tersebut diperkuat oleh adanya saksi yang sempat tersengat listrik saat berusaha menolong korban. Saat ini, saksi tersebut masih menjalani perawatan medis akibat luka di bagian tangan dan wajah.
“Korban meninggal akibat sengatan listrik bertegangan tinggi dan saksi juga mengalami luka saat mencoba membantu,” tambah Farid.

Sebelumnya, dua korban ditemukan pada Rabu (25/3) sore dalam kondisi sudah membusuk di bagian atap lantai tiga masjid, tepatnya di area dekat kubah. Keduanya diketahui telah dilaporkan hilang selama enam hari.

Sekretaris Desa Pengaradan Dwi Andriyanto mengatakan, penemuan itu bermula dari kecurigaan seorang marbot yang mencium bau menyengat di area masjid. Ia bahkan sempat kejatuhan belatung dari atas. “Setelah ditelusuri, ternyata sumbernya dari dua jenazah yang berada di atas, tidak jauh dari kubah,” ujarnya.

Dwi menambahkan, sebelum ditemukan meninggal, kedua korban terakhir terlihat pada Jumat (20/3), sehari sebelum Lebaran. Pihak keluarga pun telah melaporkan kehilangan mereka kepada polisi.

Kronologi kejadian bermula ketika Iwan bersama Bambang hendak menemui seseorang terkait urusan keluarga. Sebelum itu, mereka sempat mendatangi Marhadi, sepupu Iwan, yang saat itu berada di atap masjid untuk memperbaiki lampu di bagian kubah.
Marhadi berjanji akan membantu setelah menyelesaikan pekerjaannya.

Namun tak lama kemudian, Iwan dan Bambang pamit turun dari atap. Sejak saat itu, keduanya tidak pernah kembali.
“Motor mereka masih terparkir di depan masjid. Keluarga mulai curiga karena mereka tidak pulang hingga beberapa hari, termasuk saat Lebaran,” ucap Dwi. (rda/hel)