JATIMTIMES – Bagi masyarakat Tulungagung, khususnya wilayah Kecamatan Sumbergempol, Boyolangu, dan Kalidawir. Tidak usah bingung lagi mencari referensi untuk menyekolahkan putra-putrinya. Siapa sangka, SMPN 2 Sumbergempol mempunyai segudang prestasi baik akademik maupun non akademik yang pastinya tidak kalah dengan SMP Negeri lainnya di Tulungagung.

Kepala SMPN 2 Sumbergempol Tarmuji, melalui Wakasek Sarpras Joni Zamzani mengatakan, SMPN 2 Sumbergempol berdiri pada 5 Januari 1999 berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 001a/O/1999 tentang Pembukaan dan Penegerian sekolah.

Menurut Joni, pendirian SMPN 2 Sumbergempol dilakukan saat Pemerintah sedang menggalakkan atau gencar-gencarnya pencanangan wajib belajar 9 Tahun. Sampai saat ini, usia SMPN 2 Sumbergempol sudah mencapai 22 Tahun.

“Undang Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional selanjutnya di implementasikan dalan visi sekolah “ Unggul dalam mutu dan hasil pendidikan berdasarkan Iman dan Taqwa” adalah barometer tercapainya tujuan pendidikan di SMPN 2 Sumbergempol,” kata Joni, Senin (20/12/2021).

Joni menjelaskan, konsekuensi logis sebagai penyelenggara pendidikan, SMPN 2 Sumbergempol saat ini sudah terakreditasi A berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah No. 599/BAN-SM/SK/2019. Kemudian penilaian Badan Akreditasi membuktikan bahwa SMPN 2 Sumbergempol telah memenuhi 8 Standar Pendidikan yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga  Publikasi Artikel Mahsaiswa Terbanyak, Rektor UIN Malang Beri Penghargaan FE

Untuk meningkatkan kualitas, lanjut Joni, SMPN 2 Sumbergempol terus berbenah dan berinovasi dalam mengoptimalkan berbagai program baik akademik maupun non akademik. Contoh terkecilnya dibuktikan dengan terpenuhinya sarana prasarana pembelajaran yang memadai, termasuk tuntutan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19. 

“Kegiatan belajar mengajar berjalan maksimal mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi ditunjang keikutsertaan para guru dalam berbagai kegiatan inovasi belajar demi menyelaraskan perkembangan teknologi informatika yang begitu cepat,” jelasnya.

Selain itu, tuntutan profesionalitas dari seorang guru dimasa milenial, mengharuskan adanya ruang guru yang representatif dengan kelengkapan fasilitasnya salah satunya tempat diskusi untuk membahas strategi memajukan sekolah.

Para peserta didik maupun tenaga pendidik SMPN 2 Sumbergempol, kata Joni, juga sudah familiar menggunakan teknologi informatika dalam pembelajaran, misal saat ulangan harian, Penilaian Tengah Semester, Simulasi Kompetisi Sain Nasional (KSN), Assesmen Kompetensi Minimal (AKM).

“Kita memiliki Laboratorium Komputer dengan jumlah sebanyak 90 buah unit lengkap dengan jaringan internet,” ungkapnya.

Joni juga mengungkapkan, selain prestasi Akademik, SMPN 2 Sumbergempol juga mempunyai sederet prestasi non akademik yang didapat oleh peserta didik. Seperti memperoleh kejuaraan dalam kegiatan Pramuka, kesenian, aero modelling. Kemudian sarana prasarana penunjang olahraga di SMPN 2 Sumbergempol sudah memenuhi standart.

Baca Juga  Mahasiswa Program PMM-DN Unisba Gelar Kemah Literasi

Kondisi demikian sangat menunjang upaya pengembangan potensi peserta didik yang nantinya bisa menjadi modal melanjutkan  sekolah atau dikembangkan di masyarakat. Program mengembangkan potensi peserta didik, sebut Joni, dikemas melalui kegiatan ekstra kurikuler yang meliputi, Basket, Volly Ball, Karate, Kaligrafi, Hadrah, Qiro’at, dan Tari Jawa.

“Kontribusi yang dihasilkan dari kegiatan ekstra kurikuler adalah keikutsertaan kita dalam kompetisi maupun perlombaan ditingkat Kabupaten dan tingkat provinsi Jawa timur,” terangnya.

Di penghujung 2021, SMPN 2 Sumbergempol berhasil menyabet Juara III Lomba Iklan Layanan Masyarakat  yang diselenggarakan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Tulungagung, serta Juara 1 Kejurkab II Free Flight kelas OHLG, atas nama Nabila Nur Amiroh kelas VIII-F.

“SMPN 2 Sumbergempol terus akan berbenah untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat sehingga visi-misi sebagai sekolah yang membanggakan akan bisa dicapai,” tutupnya.



Muhamad Muhsin Sururi