INDONESIAONLINE – Ratusan siswa jenjang SMP/MTs memadati lingkungan SMAN 2 Kota Malang pada Sabtu (11/4). Kehadiran mereka bukan tanpa alasan, melainkan untuk menguji ketajaman intelektual dalam ajang bergengsi bertajuk Smart Competition.
Kompetisi akademik yang baru pertama digelar ini sukses menyedot perhatian besar dari pelajar se-Malang Raya. Tercatat sebanyak 103 siswa yang berasal dari 71 SMP dan 31 MTs turut berpartisipasi. Mereka bersaing ketat dalam tiga kategori perlombaan utama, yaitu bidang MIPA, IPS, dan bahasa Inggris.
Berbeda dengan kompetisi pada umumnya, seluruh rangkaian lomba mulai dari babak penyisihan hingga final dituntaskan dalam waktu satu hari. Format maraton ini sengaja diterapkan untuk menguji aspek-aspek krusial pada diri peserta. Antara lain daya tahan fisik dan mental dalam menghadapi tekanan, konsentrasi tinggi meski jadwal perlombaan sangat padat, serta ketelitian dalam memecahkan soal-soal sulit di bawah batasan waktu.
Kepala SMAN 2 Kota Malang Eny Retno Diwati MPd menjelaskan bahwa ajang ini merupakan strategi sekolah untuk memetakan potensi siswa sejak dini. “Besar harapan kami untuk menemukan dan menggali bibit-bibit kecerdasan akademik. Tujuannya, agar nantinya mereka dapat bergabung dengan SMAN 2 Kota Malang untuk dipoles menuju ajang yang jauh lebih besar, yaitu OSN tahun depan,” ungkap Eny.
Selain menjadi arena adu cerdas sekaligus bagian dari perayaan HUT Ke-76 SMAN 2 Kota Malang, kegiatan ini juga menjadi wadah edukasi bagi orang tua siswa. Pihak sekolah memanfaatkan momentum ini untuk menyosialisasikan perubahan pada sistem penerimaan murid baru (SPMB).
Penjelasan mendalam diberikan mengenai mekanisme seleksi terbaru, khususnya terkait penyesuaian pada jalur domisili dan afirmasi. Hal ini dilakukan agar masyarakat, terutama wali murid, mendapatkan informasi yang akurat mengenai prosedur pendaftaran yang berlaku tahun ini.
Sementara, salah satu peserta mengungkapkan bahwa kompetisi ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. Meski soal-soal yang disajikan memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi, atmosfer kompetisi dengan peserta dari berbagai sekolah memberikan motivasi tersendiri.
“Soalnya butuh ketelitian ekstra karena cukup sulit. Tapi saya senang karena bisa mengukur sejauh mana kemampuan saya jika dibandingkan dengan teman-teman dari sekolah lain,” pungkasnya optimistis. (ars/hel)













