INDONESIAONLINE – Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) RI gandeng Pondok Pesantren, Kamis (11/8/2022) memberikan pelatihan kepada ratusan santri untuk dibina menjadi Santripreneur di Aula Pondok Pesantren Bustanul Falah Kembiritan Genteng, Banyuwangi.

Dr. HM. Asrorun Niam Soleh MA selaku Deputi bidang pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga yang membuka kegiatan tersebut, kepada wartawan mengatakan, bahwa pelatihan enterpreneur kepada sejumlah santri bertujuan untuk membentuk jiwa santri mandiri terutama dalam berwirausaha.

Niam panggilan dari Asrorun Niam Soleh menyatakan, bahwa potensi kemandirian terhadap diri santri sangat kuat, terlebih dengan pendidikan ala pesantren yang memang memiliki sistem pendidikan yang cukup kuat dalam membentuk kemandirian santri. Ditambah dengan pembentukan mental yang kuat, maka perlu diberikan pelatihan kewirausahaan terhadap santri untuk menghadapi tantangan masa depan, terutama dalam bersaing di digital merketing.

“Pelatihan ini merupakan yang kedua kalinya kami gelar di Pondok Pesantren Bustanul Falah. Pertama pada tahun 2019, hasil dari pelatihan pertama ternyata cukup bagus dan bisa dikatakan berhasil. Hal ini dilihat dari banyaknya santri yang mengikuti kegiatan saat itu yang berkiprah dalam berwira usaha terutama dalam menghadapi digital marketing. Oleh karenanya tahun ini kami gelar lagi pelatihan ini untuk menguatkan jiwa kewirausahaan yang dimiliki oleh para Santri,” ujar Niam.

Baca Juga  Resmi Dilantik, KNPI Tulungagung Komitmen Terus Bersinergi, Menggali Potensi dan Membangun Negeri

Asrorun juga menjelaskan bahwa dunia enterpreneur itu sangat bagus, terlebih yang dimiliki oleh para santri. Namun tantangan zaman, terlebih di era seperti saat ini, memiliki jiwa enterpreneur tidak cukup jika tidak dibekali kemampuan dalam pemasaran terutama dalam dunia digital marketing.

“Santri menjadi seorang enterpreneur itu sangat bagus, namun hal ini tidak cukup sampai di sini. Masih banyak tantangan yang akan dihadapi di era saat ini, dan di sini tugas kami untuk membekali santri dalam menjawab tantangan tersebut,” jelasnya.

Sementara Dr. H. Kholilur Rahman MPd atau Gus Lilur selaku pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Falah Kembiritan, dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan pelatihan Santripreneur ini adalah bagaimana membentuk santri menjadi Zuhud milenial. Dimana makna zuhud saat ini kurang pas jika di maknai sebagai anti duniawi. 

Baca Juga  77 Merah Putih Terpasang Apik di Desa Dono Sendang, Ide Kreatif Lintas Komunitas

“Jika santri ingin maksimal dalam memperjuangkan kemaslahatan ummat. Santri harus kaya namun kekayaan yang dimiliki santri jangan sampai menjadikan santri diperbudak oleh duniawi. Apa bisa? Saya yakin bisa ketika duniawi tidak sampai mempengaruhi hati santri itu sendiri, kalau sekedar berusaha tapi tidak bisa memberi kemaslahatan untuk orang banyak, juga tidak baik. Semua harus berimbang tapi tetap mengutamakan keimanan,” ujar Gus Lilur 

Gus Lilur berharap, dengan adanya pelatihan ini, santri tidak lagi menjadi objek, tapi bisa menjadi subjek dalam dunia usaha, sehingga bisa membantu dan memberikan manfaat kepada masyarakat lainnya.