Beranda

Iran Kembali Gempur Pangkalan AS di Teluk, Ketegangan Semakin Panas

Iran Kembali Gempur Pangkalan AS di Teluk, Ketegangan Semakin Panas
Rudal Iran bersiap diluncurkan ke pangkalan AS di Timur Tengah. (reuters)

INDONESIAONLINE – Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) kembali melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Terbaru, pasukan elite Iran itu menggempur pangkalan udara AS di Bahrain pada Selasa (3/3).

Melalui kantor berita pemerintah Islamic Republic News Agency (IRNA), Garda Revolusi menyatakan Angkatan Laut-nya melancarkan serangan drone dan rudal skala besar saat fajar ke pangkalan udara AS di wilayah Sheikh Isa, Bahrain.

Dilansir Agence France-Presse (AFP), Garda Revolusi mengklaim sebanyak 20 drone dan tiga rudal ditembakkan dalam serangan tersebut. Mereka menyebut serangan itu menghancurkan markas komando utama pangkalan.

Sebelumnya, Garda Revolusi  juga mengumumkan serangan terhadap Pangkalan Arifjan di Kuwait yang menjadi lokasi penempatan pasukan AS. Mengutip laporan Al Jazeera, Iran menyatakan telah mengirim 10 drone dalam “gelombang serangan baru” dan mengklaim seluruhnya mengenai target.

Iran turut menargetkan pangkalan udara di dekat Riyadh, ibu kota Arab Saudi, pada Senin (2/3) waktu setempat. Namun, rudal-rudal tersebut dilaporkan berhasil dicegat sebelum mencapai sasaran.

Sumber dari salah satu negara Teluk menyebutkan serangkaian serangan rudal menghantam wilayah Saudi di tengah eskalasi ketegangan sebagai respons atas gelombang serangan AS dan Israel. Salah satu target disebut adalah Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Al Kharj, tenggara Riyadh, yang menjadi lokasi penempatan militer AS.

Selain di Kuwait dan Arab Saudi, IRGC juga mengklaim melakukan “serangan kompleks dengan drone dan rudal” ke Dubai, Uni Emirat Arab, dengan sasaran pasukan AS yang berada di wilayah tersebut. (rds/hel)

 

Exit mobile version