INDONESIAONLINE – Anggota Komisi D DPRD Jember Ahmad Syahri Assidiqi menyampaikan permintaan maaf usai viral karena kedapatan bermain game dan merokok saat rapat berlangsung. Politikus Partai Gerindra yang akrab disapa Gus Syahri itu mengakui tindakannya tidak pantas dan menyebut peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi dirinya.
“Saya sadar apa yang saya lakukan. Saya khilaf. Semoga ini menjadi pembelajaran dalam hidup saya,” ujar Syahri, Kamis (14/5/2026).
Syabri juga meminta maaf kepada masyarakat Jember selaku konstituennya, termasuk kepada jajaran pimpinan partai dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. “Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya masyarakat Jember. Saya juga meminta maaf kepada ketua umum dan jajaran pimpinan partai atas perilaku yang tidak etis tersebut,” katanya.

Syahri pun mengaku siap menerima sanksi atas tindakannya, baik dari internal partai maupun lembaga DPRD. “Saya siap mendapatkan sanksi, baik dari pihak internal partai maupun dari lembaga DPRD kabupaten,” ujarnya.
Sebelumnya, aksi Syahri menuai sorotan publik setelah video dirinya bermain game Clash of Clans sambil merokok di ruang rapat beredar luas di media sosial. Saat itu, rapat tengah membahas penanganan stunting di Gedung DPRD Jember. Rapat pada Senin (11/5) itu dihadiri Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, hingga para kepala puskesmas se-Kabupaten Jember.
Di sisi lain, Majelis Kehormatan Partai Gerindra juga telah menjadwalkan pemanggilan terhadap Achmad Syahri As Sidiqi terkait insiden tersebut. Pemanggilan dilakukan menyusul viralnya video yang memperlihatkan dirinya bermain game dan merokok ketika rapat Komisi D berlangsung.
Ketua Majelis Kehormatan Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan pemeriksaan dijadwalkan berlangsung pada Jumat (15/5/2026) pukul 14.00 WIB di Kantor DPP Gerindra, Ragunan, Pasar Minggu.
Dalam surat pemanggilan bernomor 05-012/A/MK-GERINDRA/2026 yang ditandatangani Habiburokhman, Syahri diminta hadir langsung tanpa diwakilkan serta membawa saksi dan bukti terkait pemeriksaan tersebut.
Sementara, Ketua DPRD Jember Ahmad Halim memastikan lembaganya akan memproses persoalan tersebut karena dinilai berkaitan dengan etika anggota dewan.
“Kami atas nama pimpinan DPRD menyampaikan permohonan maaf. Kita akan proses karena ini menyangkut etika lembaga DPRD,” ujar Halim. (ars/hel)













