INDONESIAONLINE – Rencana kunjungan utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Islamabad, Pakistan, untuk mengikuti putaran kedua perundingan damai dengan Iran dibatalkan di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Namun, Trump menegaskan pembatalan perjalanan tersebut tidak otomatis menandakan perang antara AS-Israel melawan Iran akan kembali memanas dalam waktu dekat.
Sebelumnya, Gedung Putih menyatakan utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dijadwalkan menuju ibu kota Pakistan guna melakukan pembicaraan langsung dengan pihak Iran demi membuka jalan menuju kesepakatan damai. Menjelang pengumuman itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi baru saja menuntaskan lawatan diplomatik ke Islamabad. Dalam kunjungan itu, ia bertemu Panglima Militer Pakistan Asim Munir, Perdana Menteri Shehbaz Sharif, serta Menlu Ishaq Dar yang dinilai berperan penting dalam upaya mediasi.
Namun kepada Fox News, Trump mengaku memutuskan membatalkan perjalanan tersebut. “Kami memegang semua kendali. Mereka bisa menghubungi kami kapan saja, tetapi tidak perlu lagi melakukan penerbangan 18 jam hanya untuk duduk dan membicarakan hal yang tidak menghasilkan apa-apa,” ujar Trump.
Saat ditanya Axios apakah keputusan itu menandakan dimulainya kembali permusuhan, Trump menjawab singkat, “Tidak. Itu tidak berarti demikian. Kami bahkan belum memikirkannya.”
Menlu Iran Tinggalkan Islamabad
Kementerian Luar Negeri Iran menyebut Araghchi telah meninggalkan Islamabad pada Sabtu untuk bertemu pejabat Oman. Setelah itu, ia dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Rusia guna membahas upaya penghentian perang yang dimulai sejak 28 Februari.
Melalui unggahan di platform X, Araghchi menyebut lawatannya ke Pakistan berlangsung sangat produktif. Ia juga mengaku telah menyampaikan posisi Iran terkait kerangka kerja yang dinilai bisa mengakhiri perang secara permanen. “Masih harus dilihat apakah AS benar-benar serius dalam diplomasi,” ujarnya.
Bahkan sebelum pernyataan Trump, peluang pembicaraan baru sebenarnya sudah diragukan. Televisi pemerintah Iran melaporkan Araghchi tidak memiliki agenda bertemu pihak AS. Sementara Islamabad hanya berperan sebagai perantara untuk menyampaikan proposal Teheran.
Pakistan Terus Dorong Perdamaian
Di sisi lain, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif melakukan pembicaraan via telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Dalam komunikasi itu, Sharif menegaskan Pakistan akan terus berupaya mendorong perdamaian dan menjaga keamanan kawasan.
Kantor PM Pakistan menyatakan Islamabad akan menjalankan langkah yang tulus dan jujur demi meredakan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Sharif juga menyampaikan apresiasi atas keputusan Iran mengirim delegasi tingkat tinggi yang dipimpin Menlu Abbas Araghchi ke Islamabad untuk membahas jalan keluar dari konflik yang sedang berlangsung. (rds/hel)













