INDONESIAONLINE – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mematangkan langkah pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengedepankan sinergi lintas sektor secara terintegrasi.
Saat ini, Provinsi Kalimantan Timur memiliki kekuatan sebanyak 291 personel Brigade Pengendalian Karhutla serta 301 regu Masyarakat Peduli Api yang menaungi 5.867 personel.
Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum) menegaskan bahwa seluruh kekuatan tersebut harus benar-benar diintegrasikan ke dalam satu sistem penanganan yang solid di lapangan.
Gubernur Harum mengingatkan bahwa indikator keberhasilan dalam penanganan bencana karhutla bukan sekadar menghitung penurunan jumlah titik api, melainkan seberapa jauh keselamatan dan kesehatan masyarakat dapat terlindungi dengan baik.
“Kita jangan hanya berbicara tentang jumlah titik api karena ukuran keberhasilan penanganan karhutla adalah sejauh mana masyarakat terlindungi,” tegas Gubernur Harum.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa persoalan karhutla tidak dapat dipisahkan dari dampak lingkungan lainnya seperti ancaman kekeringan, penurunan kualitas air bersih, hingga masalah kesehatan masyarakat. Karena itu, penanganannya tidak boleh lagi dilakukan secara ego sektoral.
“Karena itu, karhutla, kekeringan, kualitas air dan kesehatan harus kita tangani secara terintegrasi, bukan sektoral,” tandas Rudy Mas’ud.
Melalui penguatan integrasi ribuan personel gabungan serta pendekatan penanganan yang holistik, Pemprov Kaltim optimistis dapat meminimalkan risiko bencana karhutla dan menjaga stabilitas lingkungan di Bumi Etam. (ra/hel)







