INDONEDIAONLINE – Miliarder sekaligus CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, harus menelan kerugian politik besar setelah Partai Republik Amerika Serikat (AS) mengalami kekalahan telak dalam pemilu paruh waktu.
Musk sebelumnya menggelontorkan dana sedikitnya US$474 juta atau setara Rp8,5 triliun untuk mendukung Partai Republik yang dipimpin Presiden AS Donald Trump. Namun, besarnya sokongan finansial tersebut tidak mampu mengantarkan mayoritas kandidat yang didukungnya menuju kemenangan.
CNBC melaporkan, kekalahan Partai Republik bahkan terjadi di Texas, negara bagian yang selama ini dikenal sebagai basis kuat partai tersebut. Untuk kali pertama dalam lebih dari 30 tahun, Texas berhasil dimenangkan oleh Partai Demokrat.
Jumlah dana yang disumbangkan Musk tercatat sebagai donasi terbesar yang pernah diberikan seorang individu dalam kontestasi pemilu. Dari total sumbangan tersebut, sekitar US$224 juta atau hampir setengahnya dialokasikan untuk pertarungan politik di Texas. Negara bagian itu juga menjadi lokasi sejumlah bisnis milik Musk.
Dalam pemilu Texas, Musk memberikan dukungan kepada Ken Paxton untuk posisi senator dan Greg Abbott sebagai kandidat gubernur. Namun, kedua tokoh tersebut justru harus mengakui keunggulan lawan mereka dari Partai Demokrat.
Kekalahan politik tersebut turut berdampak pada pasar keuangan. Saham perusahaan milik Musk, Tesla dan SpaceX, dilaporkan mengalami penurunan tajam dalam perdagangan semalam.
Sementara itu, secara nasional, America PAC yang berafiliasi dengan Musk menghabiskan hampir US$87 juta untuk mendukung kandidat dalam 44 pemilihan federal.
Berdasarkan hasil sementara hingga Rabu (4/11/2026), sebanyak 29 kandidat yang didukung Musk dinyatakan kalah. Hanya tiga kandidat yang berhasil meraih kemenangan. Sedangkan nasib 12 kandidat lainnya masih belum diketahui karena hasil pemilu belum diumumkan secara resmi.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa besarnya dana yang dikeluarkan Musk untuk mendukung Partai Republik tidak berbanding lurus dengan keberhasilan para kandidat yang diusungnya dalam pemilu paruh waktu AS. (ars/hel)







