INDONESIAONLINE – Peningkatan kesejahteraan hidup petani tidak hanya sebatas memaksimalkan produktivitas tapi, juga perlu kehadiran lembaga kelompok atau ekosistem pertanian yang bisa menghubungkan petani dengan konsumen yang lebih luas. 

Dengan membuat ekosistem pertanian yang mendukung kios cerdas, Bayer Indonesia mampu tingkatkan hasil panen padi petani Trenggalek hingga 40 persen. 

Seperti yang diterangkan oleh Laksmi Prasvita selaku Head of Communications, Public Affairs, Science and Sustainability Bayer Indonesia. Menurutnya produktivitas petani Trenggalek meningkat pesat sejak mendapat binaan Bayer Indonesia. 

“Melalui program ‘Better Life Farming’ berupa pendampingan teknis agronomi berhasil membawa petani di wilayah ini merayakan panen padi yang mencapai 9,7 ton per hektar, dari yang sebelumnya hanya 6,5 ton,” tutur Laksmi Prasvita usai panen padi bersama petani di Desa Ngadirejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Kamis (3/2/2022).

Baca Juga  Produsen Mobil Listrik Vietnam Sambangi KSP, Tertarik Investasi di Indonesia

Laksmi juga menerangkan bahwa Bayer Indonesia paham peran krusial para petani dalam menyediakan bahan pangan nasional dimasa pandemi Covid-19 ini. Oleh karena itu, mereka menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas dan kesejahteraan hidup petani.

“Kami tidak hanya membekali petani dengan produk pertanian dan teknologi terkini yang dibutuhkan, tetapi juga pembekalan keahlian, akses ke pasar, dan keuangan. Dengan ini kami berharap bisa menambah produktivitas pertanian, membangun kelembagaan petani selain juga meningkatkan kualitas hidup para petani,” ujarnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Jarot Indarto dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) mengapresiasi baik upaya yang dilakukan Bayer Indonesia.

“Ini merupakan kolaborasi dukungan dari pihak swasta ke Program pemerintah. Target utamanya yakni mengamankan pasokan kebutuhan pangan. Kita tahu di lapangan kendalanya sangat banyak, terutama dalam hal peningkatan kesejahteraan petani itu sendiri,” ungkap Jarot. 

Baca Juga  BNI Agen46 Dapat memberikan Inklusi Perbangkan Pada Kawasan Pedesaan di Tuban

Pihaknya juga menerangkan bahwa kendala yang ada di petani saat ini adalah kesulitan mengelompokkan para petani. Selain itu, belum terbukanya mindset menjadikan aktivitas bertani sebagai aktivitas bisnis. 

“Mayoritas petani saat ini belum memiliki kelompok sehingga kesulitan untuk merambah dalam dunia bisnis. selain itu menempatkan aktivitas pertanian sebagai aktivitas bisnis masih menjadi tantangan kita bersama,” tambahnya. 

Perlu diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik menjelaskan bahwa Kabupaten Trenggalek mampu memproduksi 119.110 ton gabah kering giling atau setara dengan 68.422 ton beras di tahun 2021. 

Produksi padi tersebut meningkat hampir 10 persen dibandingkan produksi tahun 2020, dimana Trenggalek tercatat memproduksi 108.445 ton gabah kering giling atau setara dengan 62.296 ton beras.



Ganez Radisa Yuniansyah