Peristiwa

Dunia Sastra Berduka, Penyair Joko Pinurbo Meninggal Dunia

11
×

Dunia Sastra Berduka, Penyair Joko Pinurbo Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini

INDONESIAONLINE – Dunia sastra tanah air berduka. Sastrawan kenamaan Joko Pinurbo atau yang biasa dikenal dengan panggilan Jokpin, meninggal dunia pada usia 61 tahun. Joko Pinurbo meninggal dunia di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, Sabtu (27/4/2024), pukul 06.03 WIB setelah sakit beberapa lama.

Kabar kepergian Jokpin diumumkan oleh Butet Kartaredjasa di akun Facebook-nya dengan tulisan singkat, “Sumangga Gusti (Jokpin).”

Sahabat dekat Joko Pinurbo, Dedet Setiadi, juga mengonfirmasi kabar duka tersebut. Padahal sebelumnya ia berencana akan mengunjungi Jokpin yang terbaring sakit.

Trending hari ini

Kabar meninggalnya Joko Pinurbo ini pun membuat warganet berduka. Kata ‘Rest In Peace’ pun trending X pada Sabtu (27/4/2024) sore.

Dalam cuitannya, warganet secara bersama-sama mengenang sosok Joko Pinurbo. Tak hanya itu, warganet juga mengucapkan doa atas kepergian seniman Indonesia itu.

“salah satu puisi favorit dari Joko Pinurbo, rest in peace,” cuit akun @rsk*** sambil membagikan puisi milik Joko Pinurbo.

“Apa jadinya Jogja tanpa Sang Penyair, Joko Pinurbo. Mungkin tak seromantis yg dikenal banyak orang.

‘Jogja terbuat dari rindu, pulang dan angkringan”, mungkin tidak akan terbayang.

Selamat Jalan dalam keabadian Pak Jokpin, dengan segenap puisi yg mendamaikan.

Rest in Peace,” cuit @andi*** sambil membagikan momen Joko Pinurbo membacakan syair-syairnya.

“setelah punya rumah, apa cita-citamu?

Kecil saja: ingin sampai rumah saat senja supaya saya dan senja sempat minum teh bersama di depan jendela.

Baca  Edan, Peredaran Uang Judi Online Capai Rp 200 T

– Joko Pinurbo | Cita-cita

Selamat jalan Sang Penyair, puisimu abadi. Rest in Peace,” kenang @jef****.

Profil Joko Pinurbo

Dilansir dari laman Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Joko Pinurbo lahir di Sukabumi, Jawa Barat, pada 11 Mei 1962.

Namanya dikenal masyarakat luas berkat puisi-puisinya yang fenomenal, seperti Pada Suatu Pagi Hari dan Hujan dalam Komposisi.

Puisi Joko Pinurbo memiliki tempat tersendiri di kalangan penikmat sastra karena perpaduan antara humor dan ironi dikemas dalam karya apik yang jenaka.

Puisi yang dilahirkan alumnus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tersebut juga menyentil kehidupan sosial.

Sebelum dikenal sebagai penyair, Joko Pinurbo menempuh pendidikan di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Sanata Dharma Yogyakarta.

Semasa hidupnya, Joko Pinurbo telah melahirkan berbagai karya dalam bentuk puisi, cerita, dan esai.

Sebelum meninggal, Joko Pinurbo sempat dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta pada 13 November 2023.

Berikut Karya Mendiang Joko Pinurbo

1. Buku Puisi

Celana (Magelang: Indonesia Tera, 1999; Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2018)

Di Bawah Kibaran Sarung (Magelang: Indonesia Tera, 2001)

Pacarkecilku (Magelang: Indonesia Tera, 2002)

Telepon Genggam (Jakarta: Kompas, 2003; Yogyakarta: Basabasi, 2016; Diva Press, 2019)

Kekasihku (Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2004; Jakarta: Omah Sore, 2010)

Pacar Senja (Jakarta: Grasindo, 2005)

Celana Pacarkecilku di Bawah Kibaran Sarung (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2007)

Kepada Cium (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2007)

Baca  Bupati Kapuas dan Anggota DPR Asal Nasdem Resmi Tersangka KPK

Tahilalat (Jakarta: Omah Sore, 2012; Yogyakarta: Basabasi, 2017)

Baju Bulan (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2013)

Surat Kopi (Motion Publisihing, 2014; Jakarta: Grasindo, 2019)

Bulu Matamu: Padang Ilalang (Motion Publisihing, 2014; Yogyakarta: Diva Press, 2019)

Selamat Menunaikan Ibadah Puisi (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2016)

Malam Ini Aku Akan Tidur di Matamu (Jakarta: Grasindo, 2016)

Buku Latihan Tidur (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2017)

Perjamuan Khong Guan (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2020)

Salah Piknik (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2021)

Sepotong Hati di Angkringan (Yogyakarta: Diva Press, 2021; 2022)

Kabar Sukacinta (Yogyakarta: Kanisius, 2021)

Epigram 60 (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2022)

2. Buku Cerita

Srimenanti (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2019)

3. Kumpulan Esai

Bermain Kata, Beribadah Puisi (Yogyakarta: Diva Press, 2019)

Berguru kepada Puisi (Yogyakarta: Diva Press, 2019)

4. Terjemahan (Puisi)

Trouser Doll (Jakarta: Lontar, 2002)

Borrowed Body and Other Poems/Geliehener Korper und Andere Gedichte

(Jakarta: Lontar, 2015)

Penghargaan

Penghargaan Buku Puisi Dewan Kesenian Jakarta (2001)

Hadiah Sastra Lontar (2001)

Tokoh Sastra Pilihan Tempo (2001)

Penghargaan Sastra Badan Bahasa Kemendikbud (2002)

Kusala Sastra Khatulistiwa (2005)

Tokoh Sastra Pilihan Tempo (2012)

Penghargaan Sastra Badan Bahasa Kemendikbud (2014)

South East Asian (SEA) Write Award (2014)

Kusala Sastra Khatulistiwa (2015)

Anugerah Kebudayaan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (2019). (mut/yak)