Gedung Jantung Terpadu Balikpapan Resmi Beroperasi, Ketua DPRD Kaltim: Bisa Diakses BPJS

Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud (ist)

INDONESIAONLINE – Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud menyambut hadirnya Gedung Jantung Terpadu Awang Faroek Tower di RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Dia menilai fasilitas tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan layanan kesehatan jantung yang selama ini dinantikan masyarakat Kaltim.

Hasanuddin mengatakan, keberadaan pusat layanan jantung terpadu akan memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus berobat ke luar daerah maupun luar negeri. “Alhamdulillah, hari ini kita punya kabar baik untuk warga Kaltim. Gedung Jantung Terpadu Awang Faroek Tower di RSUD Kanujoso Balikpapan resmi hadir. Ini bukan sekadar gedung baru. Ini jawaban nyata atas kegelisahan yang selama ini kita rasakan bersama, kenapa harus jauh-jauh ke Jakarta, bahkan ke luar negeri, hanya untuk operasi jantung,” ujarnya, Rabu (24/06/2026)

Menurut politisi yang akrab disapa Hamas itu, fasilitas yang tersedia di gedung tersebut sudah cukup lengkap, mulai dari penanganan penyakit jantung hingga tindakan operasi yang kompleks.

“Fasilitasnya sudah lengkap dari jantung bocor, bypass, sampai operasi terbuka. Dokter spesialisnya juga ada. Dan yang bikin saya lega, ini sudah bisa diakses pakai BPJS. Artinya, bukan cuma soal ada tidaknya fasilitas tapi soal siapa yang bisa menikmatinya. Kita mau semua warga Kaltim bisa dapat layanan terbaik, tanpa harus pikir dua kali soal biaya,” katanya.

Hasanuddin menegaskan DPRD Kaltim akan terus mendukung peningkatan layanan kesehatan melalui penguatan fasilitas, alat kesehatan, dan sumber daya manusia di rumah sakit daerah.

“Dari sisi legislatif, kami di DPRD Kaltim berkomitmen untuk terus berjalan beriringan dengan pemerintah daerah memastikan rumah sakit kita punya alat yang memadai, tenaga yang cukup, dan pelayanan yang terus meningkat. Ini bukan kerja satu pihak, ini kerja bareng,” tegasnya.

Ia berharap RSUD Kanujoso Djatiwibowo terus berkembang dan mampu menjadi salah satu rumah sakit rujukan terbaik di Indonesia. “Harapan saya sederhana, suatu hari nanti Kanujoso bisa berdiri sejajar dengan rumah sakit terbaik di Indonesia, bahkan dunia. Bukan mimpi yang berlebihan. Kita sudah mulai, dan langkah pertama selalu yang terberat,” tutup Hasanuddin. (ra/hel)