Haji 2026, Ini Data dan Fakta yang Terjadi

Haji 2026, Ini Data dan Fakta yang Terjadi
Tinggal hitungan hari, jemaah haji 2026 akan berangkat ke Tanah Suci. (ist)

INDONESIAONLINE – Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M segera memasuki tahap operasional. Jemaah kloter pertama dijadwalkan masuk asrama haji pada 21 April 2026 dan diberangkatkan ke Tanah Suci sehari setelahnya.

Pemerintah menyatakan kesiapan haji tahun ini hampir rampung sepenuhnya. Namun, sejumlah catatan penting pun mengemuka, mulai dari fokus layanan hingga tantangan biaya dan logistik.

1. Harga Avtur Naik, Biaya Haji pun Naik

Harga minyak dunia naik akibat konflik Iran dan Israel-Amerika Serikat di Timur Tengah sehingga menyebabkan kenaikan harga avtur. Harga avtur naik 2-3 kali lipat.

“Avtur naik 2-3 kali lipat, itulah dampak yang langsung kita rasakan sekarang ini dan kita sedang mencari pemecahannya,” ujar Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) saat pertemuan bersama Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al Amoudi di Kantor Kemenhaj, Selasa (7/4/2026).

Dua maskapai haji 2026, Garuda Indonesia dan Saudia, mengajukan kenaikan biaya penerbangan cukup signifikan. Gus Irfan mengatakan totalnya mencapai Rp 1,77 triliun.

Garuda Indonesia mengusulkan tambahan biaya hingga Rp 974,8 miliar. Sementara Saudia sebesar Rp 802,8 miliar. “Secara total, biaya penerbangan haji meningkat dari Rp 6,69 triliun menjadi Rp 8,46 triliun, atau naik sebesar Rp 1,77 triliun,” beber Gus Irfan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Selasa (14/4/2026).

2. Pemerintah: Tidak Ada Kenaikan Biaya Jemaah

Pemerintah memastikan kenaikan biaya tidak akan dibebankan kepada jemaah haji. Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan selisih biaya akan dibayar menggunakan efisiensi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Hari ini Presiden (Prabowo Subianto)  memutuskan tidak boleh dibebankan kepada jamaah. Negara ambil alih beban tersebut melalui dana efisiensi dari APBN. Maka jamaah tidak perlu membayar beban kenaikan tersebut,” kata Dahnil, Rabu (8/4/2026).

3.  Bayar Kenaikan Biaya Haji, Pemerintah Cari Landasan Hukum

Pemerintah saat ini sedang mencari landasan hukum agar bisa mengambil sumber dana untuk menutup kekurangan biaya penerbangan yang mencapai Rp 1,77 triliun itu.

“Yang jelas kami pemerintah memastikan bahwa kita akan tutup permintaan tambahan anggaran itu. Kemudian sumbernya kita masih berdiskusi dengan teman-teman DPR, terutama terkait landasan hukumnya,” kata Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf dalam konferensi pers Persiapan Pelaksanaan Ibadah Haji 2026, Rabu (15/4/2026).

“Tapi anggaran jelas masih ada. Tinggal kita mencari landasan hukumnya untuk bisa menggelontorkan anggaran itu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat saya sampaikan sumber anggaran itu,” sambungnya.

4. Usung Tema Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan

Haji 2026 mengusung tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”. Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo mengatakan konsep haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan hadir sebagai respons atas kondisi demografis jemaah haji Indonesia yang didominasi kelompok rentan.

Data menunjukkan, banyak jemaah haji Indonesia adalah lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan penyakit penyerta (komorbid). Untuk membekali jemaah, pemerintah menggelar manasik haji nasional.

“Ini wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah sejak dari Tanah Air. Melalui manasik ini, jemaah tidak hanya memahami tata cara ibadah, tetapi juga siap secara mental, fisik, dan pengetahuan,” kata Puji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

5. 170 Ribu Jemaah Berisiko Tinggi

Tahun ini, Indonesia akan memberangkatkan 221.000 jemaah haji. Salah satu tantangan besarnya, sekitar 170.000 jemaah masuk kategori risiko tinggi (risti).

“Secara statistik jemaah haji kita yang risti artinya mereka-mereka yang punya penyakit komorbid ya, kemudian secara fisik ada apa namanya penyakit begitu itu hampir 170.000,” sebut Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak kepada awak media di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (26/1/2026).

6. Ongkos Haji Turun Rp 2 Juta

Meskipun harga avtur naik, Presiden Prabowo Subianto menegaskan tak ada kenaikan biaya bagi jemaah haji, justru pemerintah menurunkan biaya haji sebesar Rp 2 juta.

“Yang kita sudah putuskan adalah yang boleh kita umumkan sekarang adalah bahwa pelaksanaan haji tahun 2026 ini, kecuali pemerintah Arab Saudi menentukan lain, kalau kita laksanakan, kita pastikan bahwa biaya haji tahun 2026 kita turunkan harganya sekitar dua juta rupiah,” ujar Prabowo dalam taklimat raker pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Prabowo menegaskan keputusan ini menjadi komitmen pemerintah dalam melindungi rakyat kecil. “Walaupun harga avtur naik tapi kita berani menurunkan biaya haji untuk tahun ini. Demikian komitmen pemerintah ini untuk melindungi rakyat paling bawah,” tegasnya. (rds/hel)