INDONESIAONLINE – Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Husnul Maram melakukan rangkaian kegiatan positif untuk masyarakat sebagai bentuk pelurusan segala informasi terkait pemberangkatan haji dan umrah lewat kegiatan Jagong Masalah Umrah dan Haji (Jamarah) dan Sapa Jamaah Haji. 

Acara ini dimoderatori oleh Sekretaris MUI Jatim Lia Istifhama dan diikuti peserta dari tokoh masyarakat, agama, maupun KBIHU Bangkalan. 

Anggota Komisi VIII DPR RI KH Hasani Bin Zuber (Ra Hasani) mengakui adanya peningkatan kualitas layanan haji dan umrah di era Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Politikus Partai Demokrat ini menyampaikan hal itu bisa dilihat dari banyaknya perbaikan pelayanan haji dan umrah oleh Gus Menteri Yaqut Cholil Qoumas. Di antaranya kemudahan jarak maktab yang ditempuh jamaah selama beribadah. 

“Soal kualitas pelayanan haji dan umrah sudah baik. Saat ini yang terpenting kita sama-sama berdoa supaya situasi selalu baik agar kuota haji tidak dibatasi seperti saat pandemi. Karena saat ini situasi di Arab Saudi terlihat membaik. Jamaah banyak yang tidak lagi bermasker,” kata Ra Hasani dalam keterangannya, Rabu (16/11/2022).

Baca Juga  Opini: Haji dan Uji Kesabaran

Tokoh muda Nahdliyin Inspiratif Jawa Timur 2022 versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini mengisahkan pengalamannya pergi ibadah umrah sebagai masyarakat biasa. Anggota parlemen asal daerah pemilihan Madura ini tidak menggunakan fasilitas sebagai pejabat negara atau visa biru.

“Dari pengalaman saya tersebut, saya mengetahui betapa ramainya jamaah umrah dan ini menjadi atensi pentingnya perbaikan layanan dari pihak imigrasi agar jamaah bisa dilayani secara efisien,” ujar salah satu pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan itu.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag RI Nur Arifin menjelaskan izin haji berdasarkan kuota. Dan kuota dibagi kuota haji regular dan haji khusus. 

Setiap tahun, kondisi normal, kuota haji adalah hampir dua setengah juta jamaah. Dari jumlah itu, Indonesia  menyumbang sekitar 221.000 jamaah atau 10 persen total kuota seluruh jamaah haji di dunia.

“Sedangkan saat pandemi, kuota haji sedunia hanya satu juta karena mengikuti aturan PBB, yaitu ketentuan WHO. Dan dari satu juta tersebut, jamaah terbesar dari Indonesia. Bahkan, bisa dikatakan banyak jamaah yang berasal dari Madura,” terang Nur Arifin.

Baca Juga  Meniup Makanan atau Minuman Panas, Perhatikan Penjelasan Rasulullah

Selain itu, Nur Arifin  mengingatkan agar para jamaah mengecek antreannya di aplikasi haji pintar dan jangan mudah tertipu oknum tidak bertanggung jawab yang menjanjikan dapat berangkat haji tanpa antri.

“Cara mengetahui masuk tidaknya kita dalam daftar antrean, bisa cek aplikasi haji pintar. Karena banyak korban yang gagal berhaji saat tiba di bandara Jeddah. Mereka ketahuan bukan sebagai jamaah haji resmi. Termasuk dalam perjalanan umrah, pastikan melalui aplikasi umrah cerdas, beberapa poin. Pertama, ixin travel, kepastian jadwal umrah, kepastian tiket barang, kepastian hotel, dan kepastian visa,” tandasnya.

Dari Kemenag Jatim, hadir Sub-Koord Administrasi Dana Haji dan Sistem informasi Haji Kanwil Kemenag Jawa Timur Fentin Istifaiyah dan  Eliana selaku Sub-Koordinator Pendaftaran dan Dokumen Haji Reguler. Dari Kemenag Kabupaten Bangkalan, hadir Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bangkalan Akhmad Sururi dan kabid PHU Kemenag Bangkalan.