INDONESIAONLINE – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menaruh perhatian besar terhadap pemerataan pembangunan di wilayah pelosok. Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada lagi desa atau kampung di Benua Etam yang luput dari roda pembangunan, terutama daerah-daerah yang berada di kawasan terpencil.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh gubernur yang akrab disapa Harum ini saat melakukan peninjauan ke empat kampung di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat. Keempat wilayah tersebut meliputi Kampung Lemper, Deraya, Tanjung Soke, dan Gerunggung.
Melalui kunjungan kerja ini, Rudy ingin memastikan secara langsung bahwa warga yang tinggal di kawasan pedalaman bisa menikmati standar pelayanan minimal (SPM) yang setara dengan masyarakat di perkotaan. “Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan bahwa seluruh kampung di Kalimantan Timur memiliki hak yang sama dalam pembangunan. Tidak boleh ada satu pun wilayah yang tertinggal,” ujar Rudy, Rabu (8/7/2026).
Rudy menambahkan, kemajuan fondasi suatu daerah sejatinya berakar dari kekuatan desa dan kampungnya. Oleh sebab itu, akselerasi pembangunan Kaltim harus dimulai dari wilayah-wilayah pinggiran.
”Yakinlah, kita akan memajukan Kalimantan Timur ini bersama-sama. Sebab, indikator keberhasilan pembangunan Kaltim akan tercermin dari seberapa maju dan mandirinya kampung-kampung kita,” tambahnya.
Melalui langkah masif dalam pemerataan infrastruktur fisik dan pemenuhan layanan dasar, Pemprov Kaltim optimistis seluruh lapisan masyarakat -termasuk yang berada di garis terluar- dapat merasakan dampak positif pembangunan secara adil, inklusif, dan merata. (ra/hel)







