Teknik Lingkungan UIN Malang Gaungkan Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan di TPA Tlekung

Teknik Lingkungan UIN Malang Gaungkan Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan di TPA Tlekung
Mahasiswa dan dosen Prodi Teknik Lingkungan UIN Malang bersama petugas TPA Tlekung Kota Batu. (ist)

INDONESIAONLINE – Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Islam Negeri  Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menggelar aksi lingkungan dengan menyerahkan empat jerigen ecoenzym ke TPA Tlekung, Kota Batu, Selasa (3/3/2026). Kegiatan lingkungan ini termasuk dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh setiap 21 Februari,

Sebanyak 13 orang terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri atas enam mahasiswa, enam dosen, dan satu tenaga administrasi. Kedatangan rombongan disambut pengelola TPA Tlekung, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan ecoenzym serta penyemprotan cairan tersebut pada tumpukan sampah organik di lokasi.

Ecoenzym yang diberikan merupakan hasil fermentasi limbah organik. Cairan ini dikenal mampu menekan bau tidak sedap sekaligus membantu mempercepat  penguraian sampah. Penyerahan ini menjadi bentuk kontribusi nyata kalangan akademisi dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.

Tak hanya seremonial, para mahasiswa juga berkesempatan meninjau langsung pengolahan sampah organik dan anorganik di TPA Tlekung. Mereka mempelajari alur pengelolaan, mulai dari tahap pemilahan hingga proses akhir pengolahan.

Salah satu narasumber dari pihak TPA, Nanang, menjelaskan bahwa konsep pengelolaan di TPA Tlekung dirancang untuk menghapus stigma kumuh yang kerap melekat pada tempat pembuangan akhir. Menurut dia, kawasan tersebut ditata agar tetap bersih, edukatif, dan nyaman dikunjungi.

Selain Nanang, pemaparan teknis juga disampaikan oleh Taufan dan Iwan yang menjelaskan sistem operasional pengelolaan sampah di lokasi tersebut.

Ketua Prodi Teknik Lingkungan UIN Malang Dr Aulia Fikriarini Muchlis menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa sekaligus penguatan kepedulian terhadap persoalan lingkungan. Ia berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga mampu menerapkannya di lapangan.

“Momentum Hari Peduli Sampah Nasional 2026 ini  dimaknai sebagai pengingat bahwa persoalan sampah membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari akademisi, pemerintah, hingga masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Teknik Lingkungan UIN Malang menegaskan komitmennya dalam mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. (ars/hel)