INDONESIAONLINE –
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa perang antara AS dan Iran disebut telah berakhir pada Kamis (11/6/2026) waktu setempat. Ia mengklaim kedua negara telah mencapai kesepahaman kuat untuk menghentikan pertempuran yang selama ini memanas.
Dalam pernyataannya yang dikutip CNN, Trump menyebut tujuan utama kesepakatan tersebut adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. Menurut dia, hal itu mencakup sebagian besar inti pembicaraan antara kedua pihak.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat melakukan telekonferensi untuk memberikan dukungan kepada Wakil Gubernur Georgia, Burt Jones, yang maju dalam pemilihan gubernur.
“Saya tidak tahu apakah Anda sudah mendengarnya. Tetapi, kami akan mengakhiri konflik dengan Iran hari ini,” ujar Trump.
Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan melancarkan serangan besar terhadap Iran pada hari yang sama. Namun beberapa jam kemudian, ia membatalkan rencana tersebut dan mengisyaratkan adanya kesepakatan yang mulai terbentuk.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump juga menyebut blokade Angkatan Laut AS terhadap aktivitas kapal di pelabuhan Iran masih akan berlangsung hingga seluruh proses transaksi dan kesepakatan benar-benar rampung.
Selain itu, Trump mengatakan dokumen kesepakatan dengan Iran direncanakan ditandatangani di Eropa dalam beberapa hari mendatang. Meski demikian, ia tidak menjelaskan secara rinci isi maupun syarat dari kesepakatan tersebut.
Di sisi lain, Iran membantah bahwa telah tercapai kesepakatan resmi dengan Washington untuk mengakhiri konflik. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa negaranya belum mengambil keputusan akhir terkait proposal yang dibicarakan.
Kantor berita Tasnim bahkan menyoroti pernyataan Trump yang dinilai terlalu sering mengumumkan potensi perdamaian tanpa hasil nyata. Media tersebut mencatat Trump telah puluhan kali mengklaim kesepakatan segera tercapai, namun belum terealisasi.
Selama beberapa pekan terakhir, Trump menunjukkan sikap yang berubah-ubah terkait konflik dengan Iran. Ia beberapa kali mengumumkan peluang tercapainya kesepakatan damai, namun di waktu lain juga melontarkan ancaman serangan militer terhadap Teheran.
Pada Kamis pagi, Trump sempat menyatakan akan menyerang infrastruktur minyak utama Iran yang diperkirakan dapat memicu eskalasi besar di kawasan. Tetapi, ancaman tersebut kemudian ditarik kembali setelah ia menyebut seluruh pihak telah menyetujui poin-poin akhir kesepakatan. (rds/hel)













