INDONESIAONLINE – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperluas akses listrik hingga ke wilayah terpencil. Hingga akhir 2026, jumlah desa yang belum menikmati layanan listrik diproyeksikan berkurang menjadi 38 desa.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kaltim Bambang Arwanto mengatakan tahun ini PLN melakukan intervensi terhadap 34 dari total 72 desa yang sebelumnya belum berlistrik. “Tahun ini PLN mengintervensi desa yang belum berlistrik sebanyak 34 dari 72 desa yang belum berlistrik, sehingga akhir tahun menyisakan 38 desa yang kini telah dibantu sarana pra-PLN berupa PLTS komunal,” kata Bambang.
Menurut dia, desa-desa yang masih belum teraliri listrik umumnya berada di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sehingga pembangunan jaringan listrik konvensional menghadapi berbagai tantangan.
“Sisa desa yang belum berlistrik tersebut merupakan kawasan wilayah tertinggal, terdepan dan terluar yang sulit dijangkau jaringan konvensional PLN,” ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut, pemerintah menyediakan sarana pra-PLN berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal sebagai solusi sementara sebelum jaringan listrik permanen dapat dibangun.
Selain memperluas rasio elektrifikasi, Bambang juga mengungkapkan kondisi pasokan listrik di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara masih dalam kondisi aman. “Total kapasitas listrik di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara pada saat ini mencapai 1.086 megawatt dengan tingkat beban puncak 928 megawatt,” jelasnya.
Pemprov Kaltim terus berkoordinasi dengan PLN untuk mempercepat pemerataan akses listrik, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil, sehingga seluruh desa di Kalimantan Timur dapat menikmati layanan kelistrikan yang andal dan berkelanjutan. (ra/hel)







