INDONESIAONLINE – Kuasa hukum Agnes Gracia Haryanto (AGH) membantah kliennya telah memprovokasi Mario Dandy agar menganiaya David.

Sebagai informasi sebelumnya, AGH (15) adalah siswi kelas X SMA Tarakanita 1 yang menjadi kekasih Mario Dandy Satriyo, tersangka penganiayaan David, anak pengurus Ansor. AGH ini juga mantan kekasih David. 

Mangata Toding Allo, kuasa hukum AGH menjelaskan kronologi kejadian penganiayaan tersebut. Awalnya AGH dijemput oleh tersangka penganiayaan Mario dan Shane, usai pulang sekolah. 

“Waktu itu saksi anak ini (AGH) lagi di sekolah, sudah pulang sekolah si tersangka (Mario) ini harusnya magang, dia akhirnya jemput AGH, layaknya orang pacaran biasa,” ucap Mangata, dikutip Tribunnews, Sabtu (25/2). 

Mangata mengklaim kliennya tidak mengetahui rencana Mario terhadap David. Sebab disebutkan bahwa saat itu AGH hanya ingin mengambil kartu pelajar yang kala itu berada di tangan korban David.

“Hal ini juga bisa dikonfrontir ke saksinya atau tersangka Shane yang baru ditetapkan tadi, bahwa semua ini serba mendadak (tidak direncanakan),” ujarnya.

Baca Juga  MPM Honda Jatim Ajak Mahasiswa UISI Jadi Generasi #Cari_Aman Agar Peduli Keselamatan Berkendara

Lantas ketiganya sampai di perumahan tempat tinggal teman David bernama R. Menurut Mangata, AGH telah menghubungi R dan berbicara baik-baik tentang niatnya untuk mengambil kartu pelajar. 

“Kemudian ada serah terima kartu di situ. Tidak ada niatan misalnya memprovokasi atau menggiring itu kesana,” tegas Mangata.

Lebih lanjut, Mangatta menyebut penganiayaan yang dilakukan Mario itu murni kehendak tersangka sendiri. 

“Jadi sudah dicek di BAP, ini klien kami (AGH) tidak ada niatan untuk itu, dan ini memang murni atas pilihan yang dilakukan saudara MDS ini. Dan sekali lagi ini yang tidak ada di media,” kata Mangatta.

Mangatta juga menegaskan bahwa kliennya sudah mengingatkan agar tak melakukan kekerasan terhadap David. Bahkan peringatan itu dilontarkan sebanyak tiga kali, namun tak digubris oleh Mario. 

“(Saat turun dari mobil) Dia juga sudah secara psikis diam, dia akhirnya benar-benar menyampaikan ke kami bahwa pada saat korban ini sudah tergeletak, dia bukan selfie, dia memegang kepala David dan meminta pertolongan justru,” ucapnya.

Baca Juga  GP Ansor Jatim Tanggapi Kasus Penganiayaan David: Kami Akan Kawal hingga Tuntas

Selain itu, kuasa hukum AGH lainnya, Sony menegaskan, bahwa bukan kliennya yang mengadu ke Mario soal perlakuan tidak baik David ke AG. Namun teman dari AGH berinisal APA.

“Dia (AGH) itu tidak mengadu. Itu harus diluruskan tidak ada yang mengadu. Yang bilang itu APA ke MDS, itu statement berbahaya,” katanya.

Namun kuasa hukum AGH belum menjelasakan secara rinci soal perlakuan tidak baik David yang diadukan kepada Mario, hingga membuat tersangka naik pitam. 

“Nanti kami terangkan lebih lanjut karena kami harus ke KPAI dulu, kami harus diskusi, apa yang perlu kami disclose. Karena ada yang perlu kami jaga dari saksi anak ini,” pungkas Mangatta.