UIN Malang Tuan Rumah ICLJ 2026, Hadirkan Sinergi Akademik Lintas Negara

Tiga delegasi dari UIN Maliki Malang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta Universitas Malaya Malaysia dalam forum ICLJ 2026. (ist)

INDONESIAONLINE – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 10th International Conference on Law and Justice (ICLJ) 2026, hasil kolaborasi dengan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta Universitas Malaya, Malaysia. Konferensi internasional yang berlangsung pada 6–7 Juli 2026 ini mengangkat tema “Reimagining Law and Justice: Bridging Inequality and Protecting the Vulnerable in a Changing World”.

ICLJ 2026 digelar di Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Ijen Suites Resort & Convention Malang. Forum ilmiah tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, serta praktisi hukum dari berbagai institusi untuk bertukar gagasan, memperkuat jejaring kerja sama, sekaligus merumuskan solusi atas berbagai persoalan hukum dan keadilan di tengah perubahan global.

Pada pelaksanaan ICLJ tahun ini, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengirimkan 74 delegasi yang terdiri atas para dosen. Kehadiran mereka menjadi bentuk komitmen dalam mempererat sinergi antarlembaga, memperluas kolaborasi penelitian, dan mengembangkan publikasi ilmiah bersama Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang serta Universitas Malaya.

Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyambut positif kerja sama tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat pengembangan keilmuan hukum, memperluas jaringan akademik internasional, serta menghasilkan riset yang berkontribusi terhadap pembangunan sistem hukum yang lebih berkeadilan.

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Muhammad Maksum SH MA MDC menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan ICLJ Ke-10. “Kami sangat berterima kasih kepada UIN Malang. Tahun ini merupakan penyelenggaraan ICLJ yang ke-10. Kami terus berupaya agar konferensi ini berkembang dari tahun ke tahun, baik dari sisi kualitas maupun jumlah peserta. Alhamdulillah, penyelenggaraan di Malang mendapat antusiasme yang sangat baik,” ujar Prof Maksum.

Menurut dia, Kota Malang memiliki atmosfer akademik yang mampu melahirkan inspirasi dan inovasi. Karena itu, kolaborasi dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diharapkan semakin memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu hukum dan keadilan di tingkat global.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Dr Hj Umi Sumbulah MAg mengatakan, kepercayaan yang diberikan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama Universitas Malaya merupakan kehormatan bagi institusinya. “Terima kasih kepada Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta yang telah mengajak kami bekerja sama dalam penyelenggaraan The 10th International Conference on Law and Justice (ICLJ) 2026. Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, baik lintas institusi maupun lintas negara,” katanya.

Prof. Umi menegaskan bahwa kolaborasi akademik merupakan strategi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, produktivitas penelitian, serta reputasi institusi di tingkat internasional. “Kami membuka diri untuk berkolaborasi dengan siapa saja dalam rangka meningkatkan kualitas akademik, memperluas dampak penelitian, dan memperkuat posisi Fakultas Syariah UIN Malang sebagai institusi yang berdaya saing global,” imbuhnya.

Melalui pembahasan berbagai isu hukum dan keadilan kontemporer, ICLJ 2026 diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan, memperkuat kolaborasi penelitian, serta melahirkan publikasi ilmiah yang memberi kontribusi bagi pengembangan hukum di Indonesia maupun di tingkat internasional.

Kolaborasi antara Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta Universitas Malaya menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring akademik global. Sinergi tersebut sekaligus menegaskan komitmen Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk terus berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional. (hsa/hel)